Mahasiswi Indonesia Menjejak Puncak Aconcagua

SHNet, Jakarta – Setelah berjuang selama 20 hari lamanya, akhirnya pukul 17.45 waktu setempat atau 03.45 WIB tanggal 31 Januari 2016, tim mahasiswi Mahitala Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) berhasil menjejakan kaki di puncak gunung tertinggi benua Amerika Selatan, Aconcagua di Argentina.

“Berdasar kabar terakhir yang didapat dari komunikasi via telepon satelit Minggu, 31 Januari 2016 pukul 21.11 WIB, saat ini tim berada di Refugio Berlin (5930 mdpl) untuk beritirahat sebelum turun ke Mendoza, Senin 1 Februari 2016. Dan akhirnya akan pulang ke Jakarta dari Buenos Aires pada tanggal 5 Februari 2016. Pendakian selanjutnya akan direncanakan tim sekembalinya ke Bandung. Kondisi semua anggota tim sehat,” urai Alfons Yoshio, juru bicara tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition (WISSEMU) Unpar.

Menurut keterangan dari Alfons tim memulai perjalanan ke Argentina pada tanggal 11 Januari 2016. Kemudian tim sempat mengalami masalah, karena adanya badai yang datang menghantam. Keseluruhan anggot tim sempat ditarik mundur, menunggu badai mereda. Pada percobaan pendakian kedua kali, baru akhirnya tim tersebut berhasil mencapai puncak.

“Tim berangkat pukul 04.30 (14.30 WIB) waktu setempat, tim menempuh perjalanan lebih dari 12 jam dan sampai di Puncak Aconcagua pukul 17.45 waktu setempat (03.45 WIB tanggal 31 Januari 2016),” urai Yoshio lagi melalui pesan elektronik.

Pendakian yang dilakukan Tim WISSEMU mengambil jalur normal. Pada jalur ini berarti tim melalui base camp Plaza De Mulas (4.250 mdpl) untuk beristirahat dan memilah logistik dari tanggal 20 Januari 2016 dan dilanjutkan ke Plaza Canada (4.900 mdpl) lima hari kemudian, Nido De Condores (5.400 mdpl) sehari setelahnya atau pada 26 Januari 2016, Refugio Berlin (5.930 mdpl) pada 29 Januari 2016 sebelum akhirnya berangkat ke Puncak Aconcagua.

Menurut laporan tim sempat merasakan angin kencang dan suhu mencapai -10° Celcius di Refugio Berlin. Menurut pantauan cuaca selama pendakian, mereka selalu berhadapan dengan angin yang kencang mencapai 50 km/jam.

Tim WISSEMU terdiri dari tiga orang mahasiswi aktif Universitas Katolik Parahyangan yaitu Fransiska Dmitri Inkiriwang (22), Mathilda Dwi Lestari (22) dan Dian Indah Carolina (20) sebelumnya telah mencapai Puncak Gunung Kilimanjaro pada 24 Mei 2015, Puncak Gunung Elbrus pada 15 Mei 2015 dan Puncak Gunung Carstensz Pyramid pada 13 Agustus 2014. Mereka berada dalam rangkaian ekspedisi menggapai tujuh puncak tertinggi di tujuh benua.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s