Menepis Ragu di Ngga Pulu

Seorang diri mendaki gunung salju tertinggi di Indonesia, keputusan terbaik adalah percaya pada diri sendiri.

Salah satu pengalaman paling menakjubkan pada perjalanan di Pegunungan Tengah kali ini, adalah kesempatan mencicipi seorang diri mendaki gunung Ngga Pulu dan area puncak tengahnya.

Perjalanan menuju saddle Jaya Soemantri, Agustus 2015.

Perjalanan menuju area salju Ngga Pulu, Agustus 2015.

Puncak Ngga Pulu menjadi legendaris, karena ekspedisi Mapala UI yang juga merupakan sipil pertama menjejakan kaki dipuncak salju Papua. Puncak itu yang kemdudian berganti nama menjadi Jaya dan sebelahnya menjadi Soemantri, sebagai penghargaan terhadap rektor UI tersebut karena membantu ekspedisi hingga sukses mencapai puncak. Ekspedisi itu menjadi bahan pembicaraan, terus menjadi acuan ekspedisi-ekspedisi berikutnya.

Kini saya mencoba meraih puncak itu kembali, meskipun kali ini hanya seorang diri. Berjalan seorang diri di kawasan salju asing, rasanya seperti orang bodoh saja awalnya. Perasaan itu muncul utamanya saat harus mengambil foto dengan sistem pengatur waktu, agar menjadi bukti keberadaan. Namun lama kelamaan menjadi terbiasa, dan tak terlalu kaget karena sebelumnya pernah juga melakukan hal seperti itu digunung-gunung lain di Jawa.

Perjalanan menuju puncak Ngga Pulu dari basecamp Danau-Danau, dimulai dengan deretan batuan cadas, dengan sedikit tumbuhan lumut. Jalan terus mendaki dan berada diantara celah-celah batuan besar. Arah jalan mudah diterka karena adanya petunjuk berupa batu yang disusun bertumpuk tiga. Sampai akhirnya menemukan ujung es paling terluar, durasi yang dibutuhkan setidaknya berjumlah satu setengah jam mendaki.

Segera sepatu crampon yang dikhususkan untuk pendakian gunung bersalju disiapkan. Rasanya seperti menjejak es serut dilapisan atas, dan es batu dilapisan bawah, saat berjalan diatas salju gunung Ngga Pulu.

Sukses mendaki seorang diri ke puncak salju Jaya pada 27 Agustus 2015 dengan latar belakang puncak Soemantri, di Pegunungan Tengah, Papua.

Puncak salju Ngga Pulu pada 27 Agustus 2015 dengan latar belakang puncak tengah, di Pegunungan Tengah, Papua.

Tak berapa lama mendaki, terlihat gundukan bendera merah putih dan banner besar berisi slogan kegiatan sebelumnya. Tampaknya bendera besar dan banner itu milik kegiatan ekspedisi pendakian sebelumnya. Hati saya kecewa karena sampah sebesar itu hanya dibiarkan tertinggal disana. Merusak pemandangan indah, salju putih yang menghampar luas.

Lihat artikel : Carstensz Pyramid Ternoda Sampah

Pinggir batas saddle Jaya Soemantri, Papua.

Pinggir batas salju sadel puncak tengah dan puncak Ngga Pulu, Papua.

Kemudian saya memutuskan mengarah ke timur, dimana puncak Ngga Pulu berada. Berjalan disalju pegunungan ternyata gampang-gampang susah. Naluri harus ditumbuhkan untuk melalui jalur itu. Pilihan paling utama mencari jalur datar berupa punggungan. Memilih jalur merendah, bisa berakibat terperosok di dalam crevasse, atau jurang menganga karena lapisan es terlalu tipis. Berulang kali pula kaki terperosok masuk crevasse, bahkan bisa sampai sepaha dalamnya.

Berulang kali pula harus berhenti, karena rasanya seperti sulit bernapas. Berada diketinggian di atas 4.000 meter diatas permukaan laut (mdpl), dan harus mendaki ternyata bukan kegiatan yang mudah dilakukan. Napas seperti cepat habis, karena udara makin tipis.

Pukul 13.10 siang Waktu Indonesia Timur (WIT), puncak Ngga Pulu yang berketinggian 4.852 mdpl akhirnya bisa dicapai. Terlihat hanya tersisa gundukan datar. Seluruh sisanya pemandangan disekitar dipenuhi batuan cadas. Terlihat pucuk-pucuk gunung lain menyembul diantara lapisan awan tebal.

Saya berlari-lari gembira diatas puncak Ngga Pulu seorang diri. Jejak-jejak telapak kaki sepatu tampak terlihat jelas membentuk garis panjang. Saat melihat ke arah timur ada puncak Carstensz Timur, ke barat terlihat puncak tengah Ngga Pulu, ke utara terhampar dataran luas dimana desa Ugimba lokasi awal perjalanan ini berada, dan ke selatan terlihat dinding  jalur pendakian ke Carstensz Pyramid menjulang seperti tembok besar.

Ngemil sebentar untuk mengumpulkan tenaga, akhirnya diputuskan melanjutkan perjalanan turun dan mendaki lagi ke lapisan salju di puncak tengah Ngga Pulu. Sayang salju daerah sadel antara puncak Ngga Pulu dan puncak tengah terlihat sudah tak menyambung. Menyisakan batuan coklat keras dibawahnya.

DSCF1921

Salju di sadel puncak dan puncak tengah Ngga Pulu yang sudah terpisah.

Dibatas antara pinggiran salju dan tanah, terlihat goa-goa kecil tercipta. Saya mencoba masuk ke dalamnya. Dalamnya terasa lembab karena lapisan es keras dibawah lapisan salju Soemantri banyak mencair. Namun indahnya tak terkira, ada biasan warna hijau dibawah lapisan es. Warna hijau yang membuat betah, bila alat yang bawa bisa membuat bertahan.

Jalur Pendakian Empat Puncak Pegunungan Tengah Papua

Jalur pendakian ke empat puncak tertinggi Pegunungan Tengah Papua.

Karena terlalu dingin, diputuskan melanjutkan perjalanan. Kali ini mencoba kembali mendaki ke puncak tengah. Perjalanan ke puncak tengah lebih terasa berat, karena kemiringan lebih curam. Terpaksa harus jalan melipir miring, dan membentuk jalur diagonal bolak-balik untuk menuntaskan jalur ini.

Dari Soemantri melihat ke Carstensz Pyramid.

Dari area puncak tengah Ngga Pulu melihat ke Carstensz Pyramid.

Tapi hari sudah terlalu sore, sehingga salju pupur yang berada dipermukaan menjadi makin lunak. Pada pukul 3 sore diputuskan pendakian dihentikan. Terlalu gelap nanti tiba kembali ke basecamp Danau-Danau, bila meneruskan perjalanan ke puncak tengah. Meskipun tak sempurna mencapai puncak tengah Ngga Pulu, saya bersyukur bisa menyambanginya. Sebab yang utama bukan puncaknya, tapi bagaimana perjalanan menuju kesana. (sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s