Muslim Tiongkok Dilarang Puasa

XINJIANG – Pemerintah Tiongkok memberlakukan pelarangan puasa, bagi muslim Uighur yang berada diperbatasan barat negeri tirai bambu tersebut. Pelarangan yang dikeluarkan Rabu (17/6/2015) meliputi untuk partai muslim, pembantu rumah tangga, pelajar dan guru, selama bulan Ramadhan 2015.


“Kepercayaan muslim Uighurs kini seperti dipolitisasi, dan peningkatkan kontrol justru akan memperkuat keyakinan kami,” ujar Dixlat Raxit, dari Kongres Uighur Dunia (WUC).
Dixlat yang juga salah satu pemimpin Uighur merasa Tiongkok terlalu mengontrol kepercayaan mereka terhadap Islam. Ia memperingatkan pemerintah, jika pembatasan masih terus dilakukan, maka orang Uighur bahkan akan lebih melawan dari sebelumnya.
Raxit merupakan juru bicara WUC di Swedia, menurutnya pemerintah Tiongkok harusnya bukan melarang justru melakukan penjagaan agar umat muslim bisa melakukan puasa di Uighur dengan lebih tenang.
Media pemerintah dalam pemberitaan mengatakan mereka menjamin mereka (Uighur) tidak memiliki keyakinan, tidak akan bisa mendatangi aktivitas religius dan tak akan bisa berpuasa selama Ramadhan.
Tak hanya di Tiongkok, pelarang puasa juga diberlakukan sebuah sekolah di Inggris selama Ramadhan. Barclay Primary School di Leyton, timur London menyebarkan surat pelarangan puasa dengan pertimbangan tak baik untuk perkembangan kesehatan anak.
Dalam surat yang disebarkan, kepala sekolah bahkan mengancam tak akan mau bertemu dengan murid yang masih melakukan puasa pada saat Ramadhan disekolah mereka. “Setahu kami juga, anak-anak tidak diwajibkan untuk berpuasa dalam aturan agama Islam. Kami hanya melakukan apa yang diperintahkan, sama juga seperti saat mereka dewasa,” urai surat itu lagi.
Tak hanya Barclay yang memberlakukan pelarangan puasa, sekolah Synbourn dan Thomas Gamuel dan Brook House juga melakukan pelarangan yang sama.
Omer El-Hamdoon, Presiden MAB di Inggris mengatakan seharusnya isu seperti ini tak perlu terlalu dibesar-besar di Inggris. Selain itu seharusnya para pendidik di sekolah-sekolah juga melalukan sosialisasi dengan orang tua murid lebih intensif, untuk memastikan pemahaman mengenai masalah ini malah justru tak menjadi boomerang.
Selain pelarangan terhadap murid sekolah dasar berpuasa, di Inggris juga para pakar agama Islam menyerukan pengurangan jumlah waktu puasa, lantaran perbedaan waktu dengan dunia Arab.
Usama Hasan, dari Yayasan Quillian mengeluarkan fatwa yang meminta muslim di Inggris agar mengikuti tata cara puasa seperti di Mekah, yang rata-rata hanya berdurasi 12 jam. Namun bukan mementingkan waktu saat matahari terbit dan terbenam, yang bisa lebih lama, karena mereka berada di daerah lebih dekat kutub bumi.
“JIkalau dirata-rata, dengan menggunakan pedoman matahari terbit dan tenggelam, maka waktu puasa di London bisa selama 17 jam. Itu bisa berbahaya bagi anak-anak dan orang tua,” imbuh Umar.
Namun ia meyarankan bila umat yang melakukan memang ikhlas dan kuat berpuasa selama itu, maka halal dilakukan. “Sebaiknya paling lama berpuasa 18-21 jam, karena sisi kesehatan masih layak,” ujarnya.
Di Swedia, para pelaku puasa mengeluarkan buku aturan agar umat yang melakukan tidak sembarangan melakukan puasa. Mohamed Kharaki, juru bicara dari Asosiasia Islam Swedia mengatakan waktu berpuasa maksimal dilakukan selama 19 jam.
“Namun tak ada pengalihan waktu puasa dari siang ke malam,” kata Kharaki.
Di dinegara-negara Arab, puasa hari pertama sudah dilakukan sejak Kamis (18/6/2015). Seperti di ibukota Uni Emirat Arab (UAE), Abu Dhabi pemerintah sudah mengumumkan awal puasa mulai dilakukan pada hari Kamis.
Sultan Bin Saeed Al Badi, Menteri Hukum UEA mengatakan keputusan awal puasa sudah melalui sidang antara instansi yang terkait dipemerintahan UEA. Hari Kamis merupakan hari pertama puasa tahun ini.
Selain UEA, beberapa negara lain dunia seperti Saudi Arabia, Malaysia, Indonesia, Turki, dan Jepang juga memberlakukan puasa mulai Kamis ini. (IBT/huftingtonpost/dailymail/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s