Jepang Tolak Masuk AIIB

TOKYO – Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan kepada jurnalis kalau Jepang tidak akan bergabung dengan Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB). Pernyataan tersebut dikeluarkan menjelang penutupan pendaftaran anggota AIIB, pada Selasa (31/3/2015).Menurut Suga mereka mengkritisi keberadaan AIIB yang belum jelas aturan pemerintahannya. Jepang juga sependapat dengan Amerika Serikat (AS), kalau bank baru tersebut hanya akan menjadi alat bagi Tiongkok, untuk memperbesar pengaruh mereka di Asia.

“Sejak hari ini, Jepang memutuskan tidak akan turut bergabung dengan AIIB dan keterangan yang jelas dari pemerintah Tiongkok belum juga diterima,” kata Suga.

Penjelasan dari AIIB sendiri, para pendiri yang telah bergabung sebelum tanggal terakhir pendaftaran, maka berhak menentukan pembuatan peraturan pemerintahan dan operasional. Sementara negara-negara yang bergabung setelahnya, akan memiliki hak suara, tapi tak memiliki hak untuk membuat peraturan.

Terakhir akhirnya Norwegian dan Taiwan turut bergabung dalam AIIB. Taiwan menjadi negara terakhir yang mendaftar dan menjadi bagian dari pendiri bank yang dipelopori oleh Tiongkok tersebut.

Tercatat berarti ada 40 negara turut bergabung di AIIB. Ada didalamnya Australia, Korea Selatan, Inggris, Prancis dan Jerman telah bergabung.

Pihak AS dan Jepang menolak bergabung. Selain alasan aturan tak jelas dan dugaan dominasi, alasan kerusakan lingkungan, buruh dan keamanan sosial juga turut meliputi. Sebab seperti diketahui AIIB ada untuk memperbanyak pembangunan jalanan, pelabuhan, rel kereta apu dan proyek infrastruktur lain di Asia.

AIIB diluncurkan pada Okotober 2014, dengan 21 anggota pertama. Diperkirakan dana yang bisa diputar sudah sejumlah US$ 50 miliar, dimana Tiongkok menjadi investor terbesar.

Pihak AS menyangka pembuatan AIBB hanya untuk menjadi saingan dari Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Dana Moneter Internasional (IMF). Sementara ADB sendiri secara tradisional dipimpin oleh Jepang, dan Bank Dunia dipimpin oleh AS.

Mendaftarnya Taiwan dan Norwegia akan berdampak secara politis. Dimana Taiwan dan Tiongkok hingga kini masih bertikai mengenai kepemilikan wilayah sejak tahun 1949. Namun menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying mengatakan masalah tersebut harus dihormati dan tak menjadi soal terkait bergabungnya Taiwan di AIIB.

Menteri Luar Negeri Norwegia, Boerge Brende mengatakan sejak dulu Norwegia merupakan contributor untuk pembangunan global. “Dan kami berharap bisa bergabung dengan negara-negara Asia dan bagian dunia lain untuk memperbaiki misi dan struktur AIIB,” kata Brende.

Jumlah total negara yang bergabung dalam AIIB, setelah penutupan baru akan dilakukan pada 15 April mendatang. (BBC/AFP)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s