Pawai Anti Islam Dihentikan

DRESDEN – Pawai anti Islam yang menurut rencana akan dilakukan kelompok Pegida di Dresden, Jerman pada hari Senin (19/1/2015) akhirnya tidak mendapatkan izin dari pemerintah. Pawai tersebut dibatalkan lantaran adanya ancaman dari kelompok Islam garis keras, yang dikirimkan ke badan intelejen setempat.

Juru bicara Pegida memastikan apa yang disebut pihak kepolisian sebagai ancaman, adalah benar adanya dan tak aka nada demonstrasi atau pawai yang akan dilakukan di Dresden pada hari Senin.
Dituliskan dalam halaman Facebook milik Pegida, tak ada pilihan selain membatalkan pawai untuk memastikan keamanan para pemrotes. Mereka juga menyarankan agar pendukung kegiatan tersebut menanggalkan bendera dan lambang-lambang di depan pintu atau jendea, serta mematikan lilin juga.
Sementara itu dibarat kota Essen, Prancis demonstrasi anti Islam terus dilakukan. Lebih dari 2.000 orang datang mendukung demonstrasi tersebut. Namun akhirnya 50 orang ditangkap pada kegiatan yang dilakukan Minggu itu. Kegiatan demostrasi tersebut menurut informasi diselenggarakan oleh kelompok Hooligans Anti Salafist (Hogesa). Menurut kepolisian mereka telah melarang kegiatan Hogesa sebelumnya, dan beberapa pemimpin mereka telah ditangkap.
Menurut majalah Jerman ternama, Der Spiegel dalam laporan yang dicetak Jumat sebelumnya disebutkan badan intelejen telah menerima pesan dari kaum jihad, yang merencanakan akan menyerang kelompok yang melawan mereka.
Minggu lalu, para pemimpin Jerman menyarankan agar kelompok tersebut membatalkan aksi demonstrasi menentang Islam. Setelah sebelumya terjadi demo yang diikuti hingga 25.000 orang. Demosntrasi juga terjadi dibeberapa kota lain seperti Leipzig, Munich dan Hanover.
Sebelumnya Kepala Keamanan Internet Militer Prancis, Arnaud Coustillere menyatakan adanya kelompok terstruktur yang ingin dikenal sebagai hacker Islam, telah menyerang 20.000 halaman muka situs internet di Jerman.
Seperti situs Oxalide, dilaporkan kehilangan beberapa data disitus yang sebelumnya telah diunggah. Melanjutkan laporan itu disebutkan adanya aksi perubahan sistem internet di situs itu, yang ditengarai berasal dari kelompok hacker islam.
Selain situs Oxalide, sebuah situs yang menampilkan info mengenai bencana banjir di Eropa, juga dikabarkan telah dirusak. Disebutkan berbagai data yang semula akan dikirimkan kepada para korban banjir, dikabarkan telah hilang dan tak mencapai tujuan.
Menurut Coustilliere, pihak militer di Prancis juga sempat mengalami serangan internet tersebut, namun berhasil dibenarkan kembali, dan berkata akan memperkuat jarring internet mereka. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s