Angsa Bisa Terbang Lebih Tinggi dari Pegunungan Himalaya

NEW YORK – Sebuah penelitian berhasil membuktikan rahasia migrasi burung angsa, yang tercatat paling tinggi didunia. Tinggi terbang angsa itu bahkan lebih tinggi dari puncak pegunungan Himalaya. Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal Science, Januari 2015.

Data yang ada membuktikan tinggi terbang angsa bisa mencapai 7.000 meter diatas permukaan laut. Kini penelitian yang dikepalai oleh tim dari Universitas Bangor, mendeteksi terbang angsa bisa sejajar dengan pesawat terbang, dan mengikuti alur naik turun penerbangan.
Penemuan tersebut menunjukan terbang burung itu bisa memutari pegunungan, untuk menghemat energi. Metode baru tersebut telah menarik beberapa ahli biologi untuk meneliti selama dekade terakhir.
Secara psikologis mereka telah memiliki yang tampaknya tak masuk akal. Angsa-angsa itu terbang diketinggian ekstrim, dimana kurang dari 10 persen oksigen terkandung di udara, pada ketinggian tersebut.
George Lowe, pendaki dari Selandia Baru yang membantu Edmund Hillary dan Tenzing Norgay mendaki pertama kali puncak Everest pada tahun 1953, mengatakan pernah melihat angsa terbang melewati puncak gunung Everest, dimana puncaknya mencapai ketinggian lebih dari 8.000 mdpl.
Sementara menurut data posisi geografis global satelit, tim peneliti menemukan ada burung yang terbang hingga 7.000 mdpl. Dalam misi penelitian itu juga dinilai tinggi akselerasi, temperatur tubuh dan detak jantung angsa, yang akhirnya tertangkap di Mongolia tengah.
belajar-dari-angsa-3-728Data dari alat tersebut memperlihatkan kepada para peneliti, bagaimana kerja penggunaan energi angsa. Sementara fluktuasi naik dan turun dianggap berguna, karena memperbaiki efektifitas penggunaan energi yang sudah didapatkan. Sementara proses naik terbang, dan kemudian melayang turun kembali kemudian dianggap menjadi cara paling efektif untuk mengurangi energi.
Charles Bishop, peneliti kepala dari Universitas Bangor di Gwynedd mengatakan jika melihat pada data detak jantung, maka akan terdata saat naik ke ketinggian tertentu, apalagi bial dilakukan dengan cepat. Jadi menurutnya terbang naik menjadi bagian paling sulit.
“Kemudian ketika kami kalkulasikan bagaimana jika mereka naik hingga ketinggian 6.000 meter dan bertahan disana, maka sulit dibayangkan bagaimana mereka bisa melakukan hal tersebut,” imbuh Bishop kepada kantor berita BBC.
Ia mengatakan angsa-angsa itu bisa mengambil keuntungan dari neik turunnya kecepatan angin, dan menggunakannya untuk menaikan tubuh ke atas. Meskipun terdengar luar biasa, Bishop mengatakan tak ada dampak apapun dari ekor angin yang mereka lalui.
“Mereka tak pernah berhenti mengepakan sayap,” urai Bishop. “Dan salah satu teknik terbang mereka bisa mengepakan sayap hingga 17 jam lamanya,” tambah Bishop.
Lucy Hawkes dari Universitas Exeter, yang juga merupakan salah satu anggota dari peneliti, menjelaskan hasil penelitian ini memperbaiki hasil sebelumnya. Salah satu tambahan data dari penelitian ini adalah bukti burung angsa lebih banyak terbang dimalam hari, saat air lebih dingin dan cair.
“Ini akan mengurangi energi penerbangan mereka bila dibandingkan dengan terbang saat siang hari,” tambah Lucy.
Menurut Lucy, angsa-angsa tersebut telah menempuh jarak yang lebih luas daripada daratan manapun di dunia. Diperkirakan jarak penerbangan mereka bisa mencapai lebih dari 1.500 kilometer (km). “Namun itu dilakukan dengan sangat mudah,” kata Lucy.
Diketahui angsa tersebut juga tidak melakukan latihan atau aklimatisasi  sama sekali.  Mereka bisa berjalan di puncak Everest dan tak memiliki masalah sama sekali. Dimasa depan ia dan para peneliti berharap bisa mempelajari teknik energetik yang dihasilkan angsa, hingga bisa bertahan terbang diketinggian seperti itu dengan mudah. (sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s