Pembeli Huawei Naik Meski Dituduh Melakukan Spionase

BEIJING – Laporan perusahaan terbaru yang dikeluarkan Huawei, Selasa (13/1/2015) menunjukan adanya angka kenaikan penjualan sebanyak 20 persen. Kenaikan tersebut menunjukan tak adanya pengaruh terhadap Huawei, karena pasar Amerika Serikat (AS) menolaknya lantaran dianggap melakukan aksi spionase untuk kepentingan pemerintah Tiongkok.

“Kami tetap perlu belajar dari Amerika Serikat, hingga perusahaan kami dapat lebih terbuka dan inovatif,” kata Kepala Keuangan Huawei, Meng Wanzhou.
Meng mengatakan kontributor terbesar dari kenaikan pertumbuhan Huawei adalah kembalinya biaya operasional pada tahun sebelumnya, yang mencapai keuntungan sebesar 32 persen. Menurut Meng, keuntungan tersebut digunakan untuk meningkatkan kinerja riset dan pengembangan dibeberapa area kerja. Namun Meng menampik secara detail jenis pengembangan riset yang dilakukan secara spesifik di bisnis mereka.
Oktober 2014 lalu, pemerintah AS menutup pintu terhadap kehadiran Huawei di pasar konsumen mereka. Tak hanya Huawei, perusahaan telekomunikasi serupa yang berasal dari Tiongkok seperti ZTE juga dilarang dijual di pasar AS. Pelarangan tersebut menyusul keluar setelah pemerintah AS mencurigai adanya aktivitas spionase, yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut atas kepentingan pemerintah Tiongkok. Beberapa sekutu AS seperti Australia kemudian juga ikut-ikutan melarang kehadiran Huawei di negara mereka.
Guo Ping, Kepala Eksekutif Huawei menampik tuduhan tersebut dan mengatakan pelebaran pasar Huawei tak akan terhenti hanya karena larangan penjualan di pasar AS tersebut. Ia membuktikan dengan adanya penignkatan pasar sebesar 19 persen pada enam bulan pertama tahun 2014 lalu. Kenaikan itu terjadi dengan tanpa adanya penjualan di pasar AS.
Guo mengatakan pihaknya akan merasa senang bila pasar AS bisa dibuka untuk mereka dimasa depan, jika diizinkan. “Jika AS membutuhkan produk kami suatu saat nanti, kami akan dengan senang hati melayani peluang tersebut. Jika mereka belum siap, kami dapat menunggu,” imbuh Guo.
Namun saat ditanyakan mengenai ketidakadilan yang diputuskan oleh pemerintah AS tersebut, Guo hanya mengatakan dia tak memiliki perasaan seperti itu.
“Semua orang diberbagai negara dapat menikmati produk dan layanan Huawei. Jika ada satu negara yang tak mendapatkan, saya rasa itu tak adil untuk konsumen mereka. Tapi untuk Huawei, hal itu tidak terlalu penting,” tambah Guo lagi.
Huawei berbasis dibawah firma dagang bernama Shenzhen, yang mulai dioperasikan tahun 1987. Shenzhen sendiri dipelopori oleh Ren Zhengfei, seorang veteran Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA). Kini Huawei menjadi salah satu pemimpin pasar peralatan telekomunikasi. Mereka sudah beroperasi di 170 negara, dan diperkirakan satu dari tiga orang di populasi dunia telah menggunakan Huawei.
Jumlah produk Huawei kini hanya bisa ditandingi oleh perusahaan telekomunikasi Swedia, Ericsson. Perusahaan penelitian Strategy Analytics mengatakan Huawei masuk ke lima besar produsen telepon genggam pintar dunia. (AFP/BBC/CNA/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s