Geliat Bosnia Menengarai Konflik

SARAJEVO – Dunia melihat Bosnia Herzegovina sebagai salahsatu negara dengan gejolak paling tinggi, diantara negara-negara Eropa lain. Usai menetapkan kemerdekaan pada 9 Januari 1992, Bosnia Herzegovina terus menghadapi masalah besar, terutama konflik etnis yang tak kunjung usai. Masalah terus bertambah dengan ekonomi yang tak lebih baik, dan tingginya tingkat pengangguran.

Sejarah negeri Bosnia Herzegovina sudah ada sejak jaman Eropa masih berbentuk kerajaan-kerajaan. Hingga akhirnya kekuasaan feodal jatuh ke tampuk pemerintah Ottoman, Bosnia kemudian menjadi salah satu bagian yang tak bisa dilupakan.

Era modern kepemimpinan menjadikan Bosnia Herzegovina bagian dari negara Yugoslavia. Hingga masa perang dunia kedua, Bosnia Herzegovina bertahan didalam pemerintahan Yugoslavia. Namun kekuatan mereka tak mumpuni untuk menghadapi ketangguhan pasukan Jerman, dan mereka bertekuk lutut dibawah pemerintah Jerman.
Bosnia-Herzegovina-MapUsai perang dunia kedua berakhir, Yugoslavia memutuskan berada dibawah kendali blok timur pimpinan Rusia, yang waktu itu masih bernama Uni Soviet. Hingga kemudian Uni Soviet mengalami kemunduran dan memutuskan pecah. Negara Yugoslavia menjadi wilayah paling terdampak dari perpecahan tersebut. Negara-negara bagian mereka seperti Serbia, Bosnia, Herzegovina, Kroasia dan Montenegro kemudian memutuskan menjadi negara sendiri-sendiri. Setelah sebelumnya melewati berbagai konflik etnis didalamnya.
Bosnia Herzegovina menjadi perhatian, saat kaum muslim disana hampir habis ditumpas oleh tentara Serbia, yang marah karena Bosnia Herzegovina ingin memisahkan diri pada tahun 1992. Ratusan ribu orang muslim Bosnia yang masih berada diwilayah Serbia dibunuh, sebelum akhirnya mengungsi ke negara yang kini menjadi bernama Bosnia Herzegovina.
Meskipun hingga kini Serbia masih tak mengakui adanya Bosnia Herzegovina, namun secara de facto negara tersebut terus berjalan dengan kemerdekaan yang mereka anggap sudah ada. Bahkan pihak Uni Eropa (UE) mengakui kemerdekaan tersebut, dan berharap pada tahun 2015 ini Bosnia bisa masuk ke dalam lingkaran UE.
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Federica Mogherini mengatakan pihak UE secara tegas pengakuan negara Bosnia Herzegovina. Mereka juga siap untuk mendukung keberadaan negara Bosnia Herzegovina.
“Sekarang ini menjadi saat yang tepat bilamana Bosnia Herzegovina mau menjadi bagian dari Uni Eropa,” tutur Federica, akhir Desember 2014 lalu.
Namun menurut Federica ada beberapa hambatan yang bisa menggagalkan keinginan tersebut. Termasuk masih rendahnya pertumbuhan ekonomi Bosnia Herzegovina, serta tak jelasnya pemerintahan di Bosnia Herzegovina. Mengingat hingga kini pemerintah Bosnia Herzegovina belum memiliki susunan kabinet yang akan menjalankan pemerintahan, padahal pemilihan umum sudah dilakukan sejak Oktober 2014 lalu.
Silang pendapat memang mash sering terjadi di Bosnia Herzegovina. Salah satunya menjadikan terjadinya kerusuhan pada bulan Maret-April 2014 lalu. Pokok masalah terjadi karena masih tingginya angka pengangguran, serta peliknya problem korupsi diselesaikan.
Kerusuhan pecah di kota Tuzla, hingga merembet ke kota-kota lain, termasuk ibukota Bosnia Herzegovina, Sarajevo. Untungnya tak ada korban jiwa harus terjadi dikerusuhan tersebut. Namun setidaknya 38 aktivis ditangkap, usai kerusuhan terjadi.
visit-bosnia.com

visit-bosnia.com

Uniknya diantara berbagai kerusuhan dan ketidakstabilan politik, Bosnia Herzegovina justru mengalami kenaikan jumlah pendatang wisatawan selama beberapa tahun terakhir. Kondisi alam yang indah, serta budaya penduduk yang memikat menjadi andalan kedatangan turis ke negeri Balkan yang mayoritas memeluk agama Islam tersebut.

Bahkan media The Australian menjadikan negara Bosnia Herzegovina sebagai salah satu dari 10 tujuan wisata dunia yang harus dikunjungi pada tahun 2015. Salah satu alasan terkuatnya adalah alam yang indah, dan murahnya biaya hidup di Bosnia saat ini, dibandingkan beberapa negara Eropa yang lain.
Zoran Pajic, dari King’s College London berharap Bosnia Herzegovina segera memperbaiki kondisi yang ada saat ini, dengan membentuk kabinet pemerintahan secepatnya. Mengingat mungkin orang-orang tak akan datang lagi kesana, bila pemerintahan dan keamanan tetap tak stabil disana. (RT/Euroasiareview/BusinessInsider/sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s