Proyek Roket Murah SpaceX Gagal Lagi

FLORIDA – Pesawat ulang-alik SpaceX akhirnya berhasil membawa kaplsul kargo, ke stasiun luar angkasa internasional (ISS), Minggu (11/1/2015). Namun misi utama mereka, mengembalikan roket peluncur kembali ke bumi dengan utuh, tidak berjalan sesuai rencana.

Elen Musk, CEO SpaceX mengatakan roket peluncur yang berusaha dikembalikan dan dipergunakan kembali di bumi itu, mendarat tidak sesuai dengan harapan. Menurut Elen, roket itu seharusnya mendarat mulus dilandasan semi permanen yang dibuat diatas permukaan laut. Tapi roket ternyata turun terlalu cepat, dan merusak bagian landasan.
“Tapi sayangnya tak didapatkan juga foto pendaratan, karena situasi gelap dan berkabut. Kami akan mengumpulkan dengan menggunakan telemetri dan mencari puing-puingnya,” kata Elen.
SpaceX sendiri tetap akan berupaya untuk misi roket murah tersebut. Jikalau mimpi tersebut bisa diwujudkan, maka akan menjanjikan biaya yang lebih murah dimasa depan. Keinginan tersebut juga berarti mewujudkan harapan penggunaan kembali roket bekas meluncurkan pesawat angkasa.
Uji coba SpaceX kali ini menggunakan roket Falcon 9. Peluncuran dilakukan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS) pada pukul 04:47 waktu setempat. Menurut info pesawat tersebut akhirnya berhasil keluar dari orbit bumi, dan menuju ISS. Target mengantarkan kapsul kargo juga berhasil dilakukan, dan digabung sebagai partisi tambahan di ISS saat ini.
Penggunaan kembali roket untuk keluar angkasa sudah pernah diteliti sejak beberapa dekade terakhir. Tampaknya keinginan tersebut memang bisa berdampak sangat signifikan sekali, kata John Logsdon, dari Institut Kebijakan Antariksa di Universitas Geoge Washington, AS.
“Karena biaya peluncuran akan lebih murah dan serta aman. Itu juga berarti bisa mendesain satelit yang lebih mahal dan berteknologi tinggi,” kata John.
Sementara Adam Baker, Direktur Laboratorium Roket SpaceX di Universitas Kingston, Inggris mengatakan sampai saat ini upaya penjelajahan ke angkasa masih terhitung mahal. “Jikalau SpaceX bisa berhasil maka akan mengurangi harga hingga 50 persen atau bahkan lebih. Jika itu berhasil maka akan banyak satelit, keuntungan dan jasa yang bisa diberikan kepada orang-orang dari antariksa, seperti misalnya untuk pembangkit listrik tenaga matahari, dan munculnya astronot baru yang lebih baik,” imbuh Adam.
Bahkan menurut Adam, bisa saja teknologi roket murah itu dipergunakan untuk penerbangan biasa ke luar angkasa untuk semua orang. Bisa juga untuk memperbanyak ekspedisi ke bulan, mendalami isi Mars, atau bahkan mungkin mengkolonisasi Mars dan mencari lokasi yan gmakin jauh dari galaksi bumi.
Pernyataan berbeda diungkapkan Rachel Villain, dari perusahaan intelejen antariksa, Euroconsult. Ia dengan gamblang mengatakan kalau pengguna tidak memperhatikan masalah penggunaan kembali. Apa yang ditanyakan pelanggan adalah berapa harga paling murah yang bisa diraih.
“Penggunaan kembali adalah masalah produsen, bukan masalah konsumen. Operator satelit memiliki tiga kebutuhan mendasar, tepat waktu, kualitas dan harga,” tambah Rachel.
Namun menurutnya apapun yang sedang dilakukan SpaceX, paling tidak bisa membangunkan industri roket yang sebelumnya terus lesu. Model penggunaan kembali roket peluncur pesawat angkasa luar, tak hanya dilakukan SpaceX. Roket harga murah keluaran Badan Antariksa Eropa, Ariane juga dikabarkan segera akan diluncurkan pada tahun 2020 mendatang, tapi tak bisa dipergunakan kembali. Akan sangat menarik proses persaingan tersebut, bilamana SpaceX ternyata mampu menggunakan kembali roket-roket bekas tersebut. (AFP/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s