Tersangka Penembakan “Charlie Hebdo” Tewas

PARIS – Setelah drama pengejaran selama dua hari, akhirnya dua orang tersangka penembak di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo, di Prancis tewas dalam penyergapan yang dilakukan polisi dibagian utara Paris, Jumat (9/1/2015).

Dua tersangka tersebut diketahui mencoba merampok sebuah supermarket bernama Hypercacher, di utara Paris. Dalam perampokan tersebut, dua tersangka kemudian menyandera puluhan orang didalam supermarket. Dalam upaya penyelamatan yang kemudian dilakukan polisi, dikabarkan tiga sandera tewas, empat terluka, tapi 15 sandera lain selamat.
Dua pelaku perampokan tersebut kemudian disebutkan terkait dengan kejadian penembakan di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo, dua hari sebelumnya. 12 orang tewas, dan 11 lainnya terluka saat redaksi Charlie Hebdo ditembaki secara brutal.
Sehari setelah penembakan di Charlie Hebdo, terjadi juga penembakan terhadap dua polisi Prancis. Kedua polisi yang tertembak kemudian diketahui tewas. Namun pihak kepolisian masih belum bisa memastikan apakah pelaku penembakan dua polisi itu, berkaitan dengan kejadian di Charlie Hebdo.
Selama dua hari polisi melakukan pengejaran terhadap dua tersangka pelaku penembakan di Charlie Hebdo, yang diketahui kakak beradik bernama Sherif dan Said Kouachi.  Seluruh daerah utara di Paris kemudian digeledah. Hingga kemudian kepolisian Prancis memfokuskan pencarian di supermarket Hypercacher, karena dilaporkan ada perampokan dan penyanderaan terjadi disana. Supermarket Hypercacher berada di dekat Porte de Vincennes. Dari kejadian penyergapan itu juga diketahui dua orang polisi terluka saat mencoba menyelamatkan sandera.
Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan kejadian yang menimpa Prancis beberapa hari terakhir sebagai tragedi. “Serangan biadab tersebut telah membuat Prancis terhenyak, namun melahirkan simpati besar dan solidaritas dari seluruh dunia,” kata Hollande.
Menyikapi kejadian ini, banyak kepala negara belahan dunia lain mengirimkan ucapan berbelasungkawa. Presiden Tiongkok, Xi Jinping mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Presiden Prancis, Hollande karena serangan brutal tersebut.
“Terorisme adalah musuh semua manusia dibumi dan selalu menyerang komunitas internasional secara keseluruhan, termasuk Tiongkok dan Prancis,” kata Xi.
Tiongkok menyatakan turut memerangi terorisme, dan bersedia bekerjasama dengan Prancis dan negara lain untuk meningkatkan keamanan dan melawan teroris.
Ucapan senada juga diungkapkan Perdana Menteri (PM) Kanada, Stephen Harper. Ia menyebut kaum jihad internasional telah mendeklarasikan perang terhadap negara dunia. Namun ia menyebut orang-orang tidak akan terintimidasi oleh serangan kaum jihad teroris internasional itu.
Juga diungkapkan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama. Secara khusus Obama langsung mengunjungi Kedutaan Besar Prancis di Washington DC. Ia kemudian mengucapkan belasungkawa secara langsung dan memastikan adanya ikatan persaudaraan antara AS dan Prancis.
“Kami berada dibelakang Prancis, memastikan keadilan terlaksana dan kehidupan dapat dipertahankan,” ujar Obama.
Para pemimpin dunia seperti Singapura, Kamboja, Malta, Rusia dan Uni Afrika juga menyatakan belasungkawa yang mendalam atas kejadian penembakan brutal di Prancis, dan mengharapkan adanya penegakan hukum yang layak bagi para pelakunya. (BBC/AFP/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s