Cyprus Airways Diambang Kehancuran

NICOSIA – Perusahaan penerbangan Cyprus Airways mengumumkan kondisi pailit, setelah penerbangan mereka ditolak pihak Uni Eropa, karena sudah tidak memnuhi standar keamanan dan kesehatan perusahaan.

Jumat (9/1/2015), Cyprus Airways dikabarkan menggagalkan semua jalur penerbangan yang mereka tawarkan. Menteri Keuangan Siprus, Harris Georgiades mengatakan Cyprus Airways kini tak lagi memiliki nilai ekonomi lebih, setelah keputusan yang dilakukan pihak UE.
Cyprus Airways sendiri sudah berumur 68 tahun, sejak pertamakali mengoperasikan penerbangan mereka. “Kami merasa sedih dengan kemunduran ini, dan pemerintah saat ini sedang berupaya mencari jalan keluar untuk transportasi pengganti,” kata Menteri Komunikasi Siprus, Marios Demetriades.
Sebelumnya Demetriades sudah memperingatkan kalau maskapi penerbangan tersebut tak akan bertahan lama, bila keputusan UE tak bisa dirubah lagi. Demetriades juga mengatakan pihak pemerintah Siprus sudah menyuntikan dana sebesar US$ 37 juta dan 34 juta Euro dalam bentuk pinjaman untuk menyelamatkan Cyprus Airways, namun tampaknya bantuan tersebut tak menolong sama sekali.
Kini menurut Demetriades pemerintah sedang berupaya mencari prospek untuk membuat perusahaan penerbangan baru. Ia mengatakan bila ada investor yang berminat serius, maka bisa saja logo Cyprus Airways dibeli juga sekaligus dengan scenario penjualan tersendiri.
“Sejak hari ini pemerintah akan memberikan bantuan pengalihan moda transportasi bagi penumpang yang sebelumnya sudah memesan tiket menggunakan Cyprus Airways,” tambah Demetriades.
Juga sudah diberikan daftar bagi para penumpang yang terlanjur memesan, beberapa pilihan maskapai penerbangan lain yang serupa dengan pesanan sebelumnya. Bahkan juga ditawarkan kemungkinan transit bilamana diperlukan, dengan pembayaran pajak tambahan ditanggung pemerintah Siprus.
Margrethe Vestager, Komisioner Kompetisi Uni Eropa mengatakan keputusan untuk melarang penerbangan Cyprus Airways di Eropa berdasarkan proses investigasi mendalam. “Komisi Eropa akhirnya memutuskan agar pihak Cyprus Airways memperbaiki dahulu problem internal mereka, sebelum terbang kembali ke Eropa,” kata Vestager.
Menurutnya pihak Cyprus Airways sebenarnya telah menerima keuntungan dari uang public sejak tahun 2007 lalu. Namun pihak manajemen dianggap tak melakukan perbaikan berarti melalui dana public tersebut. “Bahkan kini maskapai Cyprus Airways dianggap tak akan mampu berjalan bila tak didukung dana dari pemerintah,” imbuh Vestager.
Saham Cyprus Airways sebanyak 93 persen dikuasai pemerintah. Mereka mengalami kerugian besar tahun 2012 sebanyak 55,8 juta Euro. Tahun berikutnya kerugian menjadi dua kali lipat, sebesar 23,88 Euro.
PEmerinta Siprus sebenarnya telah berusaha memperbaiki kondisi dengan mencoba mencari investor baru. Tercatat pihak perusahaan penerbangan murah seperti Ryanair dan Greece Aegean berminat untuk membantu operasional. Namun keinginan tersebut tertunda karena isu adanya tinjauan ulang dari pihak UE terhadap Cyprus Airways. Meskipin kemudian pihak Cyprus Airways sudah memberhentikan 230 pekerja, mejual enam kapal miliknya, dan menjual slot mereka di bandara Heathrow, Inggris tetap saja tak menyelamatkan perusahaan tersebut dari ambang kepailitan. (AFP/BusinessInsider/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s