Blogger Saudi Dihukum Cambuk

JEDDAH – Seorang penulis blogger asal Arab Saudi, Raif Badawi dihukum cambuk 1.000 kali, karena dianggap melakukan kejahatan dunia maya dan menghina Islam. Hukuman cambuk akan dilakukan dalam 50 kali sesi, yang pertama dilakukan Jumat (9/1/2015).

Badawi terkena hukuman karena menjalankan situs Jaringan Liberal Saudi. Ia sebenarnya sudah ditangkap sejak tahun 2012 lalu. Pada tahun 2013 Badawi sudah dijatuhi hukuman sebanyak 60 kali cambukan, dan tujuh tahun penjara dengan kasus yang sama. Badawi juga dihukum karena melakukan pindah agama, yang bisa dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi. Namun ia kemudian terbebas dari hukuman mati. Karena dukungan dari pihak Amerika Serikat (AS), kemudian hukuman Badawi ditinjau ulang. Namun akhirnya Badawi justru emngalami hukuman lebih berat, dan pengacaranya turut pula dihukum selama 15 tahun.
Waleed Abu al-Khair, pengacara Badawi mengatakan hukuman yang diterima dirinya tak masuk di akal, karena ia dianggap tak menghormati kekuasaan dan petugas, memaksakan opini publik, dan melecehkan pengadilan.
Hukuman terhadap Badawi dilakukan setelah sholat Jumat usai. Dihadapan ribuan Jemaah di masjid kota Laut Merah di Jeddah hukuman dilakukan. Menurut laporan yang dikeluarkan kantor berita Prancis, AFP terhukum dibawa menggunakan mobil dan dicambuk dihadapan khalayak ramai.
Badawi diikat tangan dan kakinya, dan dicambuk dengan posisi berdiri. Namun menurut beberapa saksi mata dilokasi kejadian, Badawi sama sekali tak berteriak saat hukuman cambuk dilakukan.
Hukuman itu kemudian juga dikritisi beberapa pihak. Jen Psaki dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) meminta pihak otoritas Arab Saudi untuk membatalkan hukuman yang dianggap brutal tersebut, dan meminta kasus itu ditinjau ulang kembali.
Sementara Said Boumedouha dari Amnesty International mengatakan hukuman tersebut bentuk kesadisan yang tak bisa dibenarkan melalui hukum internasional manapun.
“Dengan tidak memerhatikan peringatan internasional agar Arab Saudi menghentikan hukuman cambuk, justru memeprlihatkan bagaimana negara tersebut telah merusak psinsip dasar hak asasi manusia,” ujar Said.
Negara Arab Saudi terkenal sebagai pelaku hukum Islam garis keras, dan tidak memberikan toleransi atas nama politik. Sudah banyak kasus serupa terjadi di media social setempat, namun hukuman tetap dijalankan dengan cara keras.
Badawi dihukum tak hanya cambukan, namun juga penjara selama 10 tahun, dendan sebesar US$ 266.000, 10 tahun larangan bepergian keluar negeri, dan 10 tahun larangan berpartisipasi secara visual, elektronik ataupun tulisan dalam berbagai aktivitas dunia maya setelah ia bebas nantinya. (AFP/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s