Polisi Prancis Terus Kejar Pelaku Penembakan Charlie Hebdo

LONDON – Pemerintah Prancis hingga Jumat (9/1/2015) terus melakukan pengejaran terhadap tersangka penembakan di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo. Kini polisi mengejar hingga ke daerah utara Prancis, di kota Villers-Cotterets dimana dua pria yang dijadikan tersangka melakukan perampokan pada sebuah stasiun pompa bensin.

Sebelumnya kota Longpont sudah diperiksa keseluruhan, dari satu rumah ke rumah lain untuk mencari dua pemuda yang menjadi tersangka berinisial Cherif dan Saud Kouachi.
Menurut petugas, hingga kini masih tak ditemui kaitan antara para penembak di Charlie Hebdo dan penembak dua petugas kepolisian di Montrouge, sebuah daerah pemukiman di utara ibukota Prancis, Paris. Namun diketahui dua tersangka menggunakan senapan mesin dan pistol untuk melakukan penyerangan di Montrouge.
Kini pihak pemerintah mengetatkan penjagaan disekitar utara Paris. Termasuk didalamnya dikerahkan unit anti terror, untuk terus memburu para pelaku penembakan di Charlie Hebdo. Sementara helicopter juga terus mengudara untuk mencari pelaku yang dicurigai.
Bernard Cazenueve, Menteri Dalam Negeri Prancis mengatakan sudah ada 88.000 polisi dan tentara sekarang dikerahkan sejak serangan terjadi. Sementara kantor media di Prancis mengatakan polisi sudah keluar dari wilayah Longpont, setelah melakukan penggeledahan di rumah-rumah dan kebum milik warga setempat.
Sementara itu pemerintah Inggris dikabarkan segera menutup garis batas mereka, setelah kejadian yang menimpa kantor majalah di Prancis, Charlie Hebdo. Menteri Perumahan Inggris, Theresa May mengatakan tindakan tersebut sebagai upaya pencegahan tindakan anarkis juga terjadi dinegara mereka. Penutupan tersebut mulai diberlakukan Jumat (9/1).
Setidaknya 12 orang tewas dan 11 terluka akibat serangan brutal tersebut. Tragedi terjadi setelah orang bersenjata dengan topeng masuk ke dalam kantor redaksi Charlie Hebdo, dan menembakan senjata secara membabi buta, sehari sebelumnya.
Pihak Inggris mengkategorikan kasus tersebut sebagai kejahatan teroris internasional tingkat menyedihkan. Tingkat tersebut masuk kategori dua peringkat tertinggi dalam serangan teroris yang terjadi. Tingkat tersebut juga berarti serangan teroris sudah masuk bahaya yang tinggi, dan public harus diingatkan, kata May dalam pernyataan.
“Kami telah menawarkan pihak Prancis segala bentuk pendampingan dan bantuan yang dibutuhkan, termasuk kerjasama penuh dari pihak kepolisian dan badan intelejen keamanan,” imbuh May.
Ia juga menambahkan saat ini pemerintah Inggris telah melakukan kontak secara intensif dengan pihak Prancis, sebagai mitra yang saling membutuhkan.
“Orang-orang yang menyerang kantor majalah Hebdo kemarin hanya seorang pengecut, dan mengingatkan akan adanya orang-orang gila dan sakit yang ada di Inggris dan belahan dunia lain. Mereka juga mengingatkan akan adanya serangan serius kaum teroris yang harus dihadapi,” tambah May lagi.
Menurutnya juga penyerang tidak memiliki hak utnuk membunuh jurnalis, karena berarti mereka menyerang kebebasan berbicara dan demokrasi. Serta membunuh anggota kepolisian, adalah tindakan keji karena membunuh orang-orang yang telah berjasa menjaga keamanan masyarakat,” ujar May.
Sehari sebelumnya May juga melakukan rapat darurat mempertimbangkan respon yang akan dikeluarkan pihak Inggris terhadap serangan tersebut, dan mempersiapkan diri juga terhadap kemungkinan serangan serupa dinegara mereka.
“Kami ingin memperkuat komitmen untuk berdiri bersama warga Prancis untuk melawan berbagai bentuk terorisme, perjuangan ini akan didukung oleh semua keluarga, teman dan kolega dari korban yang ada kemarin,” kata May. (Xinhua/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s