Uji Obat Ebola Berlaku di Liberia

MONROVIA – Sebuah percobaan obat untuk mengatasi Ebola akhirnya dimulai, Rabu (7/1/2015) di Liberia. Percobaan dilakukan oleh organisasi Medecins Sans Frontieres, yang melakukan uji pada obat bernama brincidofovir.

Obat tersebut diuji coba secara sukarela pada para penderita Ebola. Sementara penderita yang menolak tetap mendapatkan pengobatan secara standar.

Peneliti dari Universitas Oxford yang ikut ambil bagian dari uji coba tersebut mengatakan hasilnya baru akan terlihat beberapa bulan ke depan.

Selain yang dilakukan di Liberia, negara lain juga menjadi daerah uji coba obat baru tersebut. Di Guinea sudah dilakukan uji coba obat Ebola bernama favipiravir, pada bulan Desember 2014 lalu. Menurut para peneliti uji coba dilakukan dengan berbagai jenis obat yang mungkin potensial menyembuhkan dari Ebola.

Lebih dari 8.000 orang diperkirakan tewas karena Ebola. Kebanyakan penderita berada di negara Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Beberapa eksperimen obat Ebola sudah dilakukan, termasuk jenis brincidofovir dan favipiravir, sejak akhir tahun lalu. Namun belum ada satu obat yang bisa menunjukan bukti baik pada manusia.

Upaya internasional terus dilakukan untuk mencari obat Ebola. Termasuk didalamnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), MSF, perusahaan obat, the Wellcome Trust dan organisasi kesehatan lain untuk mendapatkan jenis obat paling cocok untuk memerangi wabah Ebola.

Peter Horby, salah satu investigator dari Universitas Oxford mengatakan menguji coba obat baru diantara krisis kemanusiaan menjadi pengalaman baru bagi kebanyakan kami, “Namun kami berusaha agar tak mengecewakan masyarakat Afrika bagian utara,” ujarnya.

Lebih jauh Peter mengatakan akan melakukan berbagai pendekatan terapi untuk mengobati Ebola. Hingga akhirnya ditemukan obat paling cocok dan cepat memusnahkan penyakit Ebola dalam tubuh manusia.

Para peneliti dari Oxford mengatakan obat jenis brincidofovir terpilih karena keefektifan dalam melawan sel yang terinfeksi Ebola. Obat itu terbukti telah membuat nyaman lebih dari 1.000 pasien dalam uji coba melawan virus selain Ebola, serta dapat diberikan dalam bentuk tablet.

Obat selain favipiravir juga telah diuji coba oleh Institut Kesehatan Nasional Prancis, sudah dipergunakan untuk mengobati influenza. Kesempatan yang sama juga diberikan kepada organisasi MSF untuk menjalan terapi Ebola di balai pengobatan Gueckedou, Guinea, dan baru akan terlihat dampaknya pada beberapa bulan di depan.

Selain itu Universitas Oxford dan perusahaan obat Tekmira juga melakukan beberapa terapi pengobatan Ebola yang lain. Dikabarkan mereka mencoba mengembangkan teknologi proses interupsi pada virus yang disebut TKM-Ebola.

Pendekatan terapi lain dilakukan dengan menggunakan plasma darah penderita Ebola yang sudah sembuh, untuk disuntikan pada penderita yang masih sakit. Percobaan itu kini masih dalam tahap uji coba di pusat kota Guine, digagas oleh Institut Kedokteran Tropis Antwerp. Pengobatan serupa juga dilakukan oleh seorang perawat asal Inggris bernama Pauline Cafferkey pada sebuah rumah sakit di London. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s