Shell Bayar Ganti Rugi Kebocoran Pipa Minyak di Nigeria

OGONILAND – Perusahaan minyak Royal Dutch Shell akhirnya setuju untuk mengucurkan dana sebesar US$ 84 juta, Rabu (7/1/2015). Dana tersebut akan ditujukan khusus untuk komunitas Bodo yang berada di delta Niger, dimana lokasi kebocoran pipa minyak milik perusahaan Shell terjadi.

Kuasa hukum untuk 15.600 nelayan Nigeria yang terdampak kebocoran tersebut mengatakan klien mereka akan menerima dana sebesar US$ 3.300 per kepala, untuk membayar kerugian yang diakibatkan kebocoran tersebut. Ada sekitar US$ 30 juta disisakan untuk kepentingan umum komunitas.

Awal kebocoran diketahui terjadi pada tahun 2008, kemudian tahun 2009 terulang kembali. Kejadian itu kemudian dianggap sebagai tragedi kebocoran pipa minyak terbesar yang pernah ada dalam sejarah ekplorasi minyak di Nigeria.

Dampak akibat kebocoran menyebabkan ribuan hektare (ha) kawasan mangrove di region Ogoniland hilang.

Namun menurut kabar sebenarnya ratusan kebocoran pipa minyak terjdi di Nigeria tiap tahun. Beberapa memang disebabkan kerusakan teknis, ada juga karena sabotase dari orang sekitar yang ingin mencuri minyak.

Matiu Sunmonu, Direktur Umum Shell mengatakan mereka menerima tanggung jawab terhadap dua masalah operasional di daerah Bodo. “Kebocoran terjadi karena adanya kesalahan operasional dari pipa tersebut,” kata Matiu.

Pihak Shell akan terus memantau dampak, termasuk memantau tingkat polusi terhadap lingkungan dari kebocoran tersebut.

Firma hukum yang merepresentasikan nelayan Nigeria dan komunitasnya, Leigh Day menjelaskan kasus ini menjadi salah satu yang mencatatkan rekor terbesar dari pembayaran ganti rugi akibat kerusakan lingkungan.

“Ini baru pertama kali terjadi adanya kompensasi yang dibayarkan pada tiap-tiap orang yang terdampak, setelah kejadian kebocoran pipa minyak di Nigeria terjadi,” urai keterangan yang diberikan Leigh Day kepada jurnalis.

Kesepakatan tercipta setelah proses hukum selama tiga tahun lamanya, menjadi model yang pertama terjadi di Nigeria, tambah keterangan tersebut. Firma hukum itu juga menambahkan sebenarnya jumlah kompensasi yang diberikan per kepala berkurang sebesar US$ 6.000 dari yang diminta pada awal proses hukum. Selain itu, Leigh Day juga mengatakan Shell akan melakukan aksi untuk mulai membersihkan area Bodo mulai bulan depan.

Martyn Day, pengacara yang menjadi bagian dari Leigh Day mengatakan sangat merasa kecewa sangat mendalam, saat mengetahui Shell harus membutuhkan waktu selama enam tahun, untuk melihat kasus tersebut lebih serius dan menyadari dampak berbahaya dari kebocoran pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Laporan dari Amnesty International menyebutkan adanya efek dari kebocoran pipa minyak di daerah Bodo, yang berada di region Ogoniland. Dalam laporan itu disebut adanya efek sakit kepala dan masalah penglihatan yang makin banyak diderita penduduk sekitar.

Laporan terpisah yang dikeluarkan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan kalau akibat dari kebocoran itu, juga telah mengkontaminasi sumber air minum warga.

Kebocoran terjadi di jalur pipa Trans Niger Pipeline, yang dioperasikan oleh Shell, untuk mengantarkan minyak dari kilang ke terminal ekspor di daerah pesisir bernama Bonny. Jaringan pipa tersebut mampu menyalurkan sekitar 180.000 barrel minyak per hari. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s