Nilai Euro Menurun

LONDON – Nilai mata uang Euro jatuh ke nilai terendah sejak pertengahan 2010, setelah Mario Draghi, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) mengeluarkan pernyataan mengejutkan mengenai perlunya upaya kuantitatif untuk merangsang pertumbuhan ekonomi zona Eropa.

Tujuan dari upaya tersebut jelas untuk menghentikan makin jatuhnya nilai mata uang Euro. Sampai Senin (5/1/2015) mata uang Euro terus turun sebanyak 0,4 persen, atau berkurang dari senilai US$ 1,2034 dari sebelumnya.

Untuk menghentikan deflasi turunnya harga mata uang, ECB diperkirakan akan meluncurkan program perbaikan kuantitatif. Program tersebut dapat berbentuk membeli surat obligasi pemerintah, dan menduplikasinya untuk kerjasama dengan negara mitra seperti Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Tujuan dari program tersebut menurut Draghi akan memberikan dana segar untuk sistem bank, merangsang pertumbuhan ekonomi dan mendorong harga nilai mata uang lebih tinggi.

“Kami membuat persiapan teknis untuk memperbaiki jumlah, kecepatan dan komposisi dari keluaran nilai mata uang kami pada awal tahun 2015 ini,” ujar Draghi.

Lee Hardman, analis nilai mata uang dari Bank Tokyo-Mitsubishi UFJ mengatakan komentar mengenai arahan yang dikeluarkan ECB akan segera diadopsi, “Dimana akan segera dilakukan pada pertemuan selanjutnya,” ujar Hardman.

Menurut Hardman pilihan yang dilakukan ECB sangat mungkin dilakukan. Dengan naiknya investasi pada nilai obligasi pemerintah, maka akan meningkatkan level nilai mata uang di sistem bank Eropa.

Sementara itu Niels Christensen, ahli strategi bursa saham dari Nordea mengingatkan kemungkinan kondisi makin buruk bagi mata uang Euro, dalam beberapa minggu ke depan. Sebab apa yang disebut program baru oleh Draghi tersebut sebenarnya telah diajukan sejak lama, namun tak diaplikasikan.

Tercatat menurut Niels ucapan program yang dicetuskan Draghi telah dilontarkan sejak April 2014 lalu. Namun tetap tak menunjukan adanya perbaikan terhadap nilai mata uang Euro. “Nilai mata uang Euro bisa turun hingga US$ 1,20 dari angka sekarang untuk beberapa minggu ke depan, bila resiko inflasi tidak segera diantisipasi,” tambah Niels.

Nilai mata uang Euro terus menurun sejak beberapa waktu lalu. Penurunan terjadi setelah harga minyak dunia terus jatuh. Menurut data survei yang dilakukan beberapa waktu terakhir ini, diperkirakan nilai mata uang Euro akan terus melemah hingga beberapa minggu ke depan. (BBC/Handelsblatt/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s