Kebakaran Lahan Australia Mulai Rusak Rumah

ADELAIDE – Lebih dari 30 rumah dikhawatirkan akan terdampak parah dari kejadian kebakaran lahan yang kembali terjadi di selatan Australia. Hingga Minggu (4/1) petugas masih berusaha memadamkan api yang terjadi disekitar bukit dekat kota Adelaide.

Setidaknya sudah 800 petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan. Menurut para petugas kebakaran yang terjadi kali ini terparah setelah 1983, dimana 75 orang tewas. Kini mereka juga berharap temperatur udara dan kecepatan angin menurun, agar kebakaran bisa lebih mudah dikurangi.

Jay Weatherill, senator dari utara Australia mengatakan situasi disana kini masih tahap kritis. “Mau tak mau kita harus mengkategorikan kondisi ini sebagai keadaan darurat,” kata Jay.

Sementara itu, Matt Taylor, petugas prakiraan cuaca setempat mengatakan kondisi cuaca sudah sulit diprediksi. Sementara banyak kawasan pemukiman kini terancam musnah, karena berada di jalur kebakaran.

“Rumah-rumah terancam, masih ada orang yang berada di jalur area kebakaran saat ini. Kondisi ini sangat serius,” kata Matt.

Matt juga mengatakan ada sekitar 12 rumah dikonfirmasi telah musnah di Bukit Adelaide. Sementara 20 rumah lain yang berada dilokasi yang sama, juga dikhawatirkan telah rata dengan tanah.

Informasi yang lain menyebutkan sekitar 20 orang, yang kebanyakan petugas pemadam kebakaran mengalami luka ringan akibat bencana tersebut. Selain itu sekitar 11.000 hektare (ha0 lahan pertanian dan perkebunan turut terbakar habis.

Akibat kejadian ini orang-orang diminta berhati-hati dan tidak mengambil resiko terlalu tinggi, bahkan bila perlu disarankan meninggalkan saja rumah mereka bila berada dalam bahaya.

“Saat ini, penduduk yang tinggal disekitar bukit Adelaide sedang menghadapi bencana kebakaran yang tidak pernah terjadi separah ini sejak tahun 1983 silam,” kata Kepala Pemadam Kebakaran setempat, Greg Nettleton.

Menurut penjelasan Greg, pada tahun 1983 ada 75 orang tewas dan menyebabkan kekeringan sepanjang daerah Victoria dan Australia selatan.

Menurut banyak pihak kejdian kebakaran lahan dan hutan yang kini makin sering terjadi di Australia, ada kaitan dengan fenomena perubahan iklim akibat pemanasan global. Biro Meteorologi Australia mengatakan negara tersebut telah mengalami suhu terpanas sepanjang catatan sejarah mereka, pada tahun 2013 lalu.

Suhu yang panas tersebut kemudian memicu makin seringnya kebakaran lahan terjadi. Salah satu yang paling hebat terjadi di Victoria, pada tahun 2009. Bencana yang dikenal dengan nama “Black Saturday” tersebut menewaskan 173 orang, dan membakar lebih dari 2.000 rumah. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s