Pengangguran di Prancis Catat Rekor Baru

PARIS – Hingga November 2014 angka penganguran di Prancis mencapai jumlah 3.488.300 orang. Angka tersebut merupakan rekor angka pengangguran tertinggi yang pernah terjadi di Prancis selama ini. “Angka tersebut menunjukan adanya peningkatan jumlah pencari kerja sampai 5,8 persen selama tahun terakhir,” kata Presiden Prancis, Francois Hollande, Jumat (26/12/2014).

Angka pencari kerja tersebut dikeluarkan oleh Badan Pencari Kerja Nasional, pada laporan menjelang akhir tahun 2014 ini. Menurut laporan tersebut pertumbuhan jumlah pencari kerja itu berbanding terbalik dengan kenaikan laju ekonomi Prancis, yang hanya mencapai 0,4 persen pada tahun ini.

Angka itu tak jauh berbeda berbeda dengan hasil yang dikeluarkan Badan Dunia Buruh Internasional (ILO), yang pada laporan regular tahunan menyatakan adanya peningkatan jumlah pencari kerja di Prancis hingga 2,84 juta orang pada kuartal ketiga tahun ini. Sehingga angka pengangguran memasuki nilai 9,9 persen.

Kenyataan tersebut dikritisi banyak pihak sebagai ujian bagi Hoolande. Sebab pada pemilihan tahun 2012 lalu Hollande berjanji akan menciptakan berbagai kreasi kebijakan, agar terbuka lapangan kerja baru bagi orang-orang. Jikalau ia kemudian gagal memberikan lapangan kerja yang layak, maka dapat dipastikan Hollande akan sulit meraih suara banyak, pada pemilihan mendatang pada tahun 2017.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Prancis, Manuel Valls  dan Menteri Ekonomi Prancis, Emmanuel Macron mengatakan akan merancang kenaikan jumlah lowongan kerja dengan berbagai bisnis baru. Investasi bisnis akan dilakukan diberbagai sektor, seperti profesi-profesi khusus agar terjadi kompetisi. Kebijakan termasuk juga dengan membuka lowongan pekerjaan yang dikerjakan pada hari Minggu dan libur.

Namun kebijakan itu dianggap tak akan banyak menaikan pertumbuhan ekonomi, meskipun diimplementasikan secara penuh. Hingga kini protes dari ribuan orang yang kehilangan pekerjaan terus terjadi, membuat partai berkuasa di Prancis saat ini, Partai Sosialis menjadi berada di ujung tanduk.

“Masalah sekarang bukan hanya melindungi satu profesi saja, atau bekerja pada hari Minggu dan libur. Tapi ini merupakan cara untuk mengatasi lambatnya pertumbuhan dan aktivitas ekonomi,” ujar Macron.

Debat terbuka akan dilakukan di parlemen Prancis pada Januari 2015 mendatang. Agenda yang dibicarakan termasuk reformasi bidang ekonomi dan peningkatan jumlah pekerjaan. (AFP/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s