Industri Minyak Laut Utara Terancam Bangkrut

LONDON – Industri minyak Inggris dikabarkan akan mengalami krisis, menyusul makin tipisnya hasil eksplorasi minyak di Laut Utara. Robin Allan, Ketua Asosiasi Ekplorasi Independen Brindex, Kamis (18/12) mengatakan industri tersebut bahkan dapat dikatakan mendekati kebangkrutan sekarang.

Penyebab utamanya tetap di haraga minyak mentak yang terus turun. Menurut Allan sekarang hampir semua proyek pengeboran di Laut Utara hanya dapat mengambil keuntungan dari harga minyak seharga dibawah US$ 60 per barrel.

“Sudah hampir tak masuk akal mendapatkan keuntungan dari harga minyak serendah itu,” kata Allan yang juga Direktur di perusahaan Premier Oil.

Menurut Allan memang sebelumnya harga minyak juga sempat rendah. Namun banyak perusahaan bisa beradaptasi, melalui pemotongan jumlah pekerja, pemotongan jumlah proyek dan menurunkan biaya produksi dari sektor apapun yang dimungkinkan. Tapi keputusan itu bisa berakibat menyakitkan bagi pekerja, menyakitkan juga untuk perusahaan dan lebih menyakitkan bagi negara yang menaungi.

“Sekarang sudah dapat dikatakan mendekati bangkrut. Jikalau tak ada investasi baru dapat dikatakan semua ini akan berakhir,” tambah Allan.

Banyak perusahaan lain juga sudah memulangkan pegawai-pegawai mereka. Kebanyakan pekerja akan pulang minggu in idan minggu depannya. Banyak anggaran juga sudah dipotong untuk tahun 2015 mendatang.

Dikesempatan lain, perusahaan minyak Conoco Philips dikabarkan sudah mengakhiri kerja 230 orang. Perusahaan itu juga dikabarkan sudah mengurangi 20 persen pengeluaran mereka di dunia, dalam upaya merespon turunnya harga minyak.

Beberapa perusahaan pengeboran dan eksplorasi minyak, juga diberitakan akan segera mengurangi anggaran mereka. Sementara perusahaan investasi Goldman Sachs diperkirakan akan mengurangi anggaran mereka sebanyak 30 persen. Pengurangan itu untuk menyesuaikan dengan kondisi harga minyak sekarang.

Perusahaan eksplorasi seperti Schlumberger juga dikabarkan mengurangi pengeluaran mereka. Diperkirakan anggaran sebesar US$ 800 juta akan dihilangkan, dengan mengurangi jumlah pegawai yang tak diperlukan lagi.

Sehari sebelumnya, Apache, salah satu produsen minyak terbesar di Laut Utara mengatakan akan memotog anggaran untuk para kontraktor sebesar 10 persen. kebijakan itu akan dimulai pada awal tahun 2015.

Industri minyak dan gas Inggris terus menurun sejak tahun 1999. Meskipun sempat juga penurunan itu melambat pada tahun 2013, tahun dimana investasi terbesar pada dunia perminyakan terjadi. Naun pelambatan itu menjadi tak berarti dengan makin jatuhnya harga minyak pada akhir 2014 ini. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s