Memahami Nama Badai

MANILA – Banyak yang bertanya-tanya, darimana asal nama badai yang datang menghantam dan memorakporandakan negara-negara di dunia. Banyak juga yang sulit membedakan antara badai, topan dan angin siklon.

Urusan menamakan bencana alam seperti badai, sudah terjadi sejak orang-orang mulai mengindentifikasi jenis bencana alam yang dapat mematikan manusia. Awalnya para peneliti berpikir lebih mudah mengidentifikasi sebuah badai dengan nama tertentu, ketimbang menggunakan kode ilmiah yang sulit dipahami umum.

Awalnya badai dinamakan merunut pada lokasi dimana mengakibatkan kerusakan terhebat. Seperti pada tahun 1900 ada badai bernama Galveston karena kota itu luluh lantak karena serangan badai besar. Nama badai juga sempat diciptakan sesuai dengan hari tertentu saat bencana alam itu terjadi. Seperti pada tahun 1935, ada nama Badai Hari Buruh, karena terjadi bertepatan dengan hari buruh diperingati.

Baru pada masa usai perang dunia kedua, nama badai berubah menjadi dominan nama perempuan. Lalu nama-nama seperti Alice , Barbara, Carol, Dolly, Edna, Florence , Gilda, Hazel, Irene, Jill, Katherina, Lucy, Mabel, Norma, Orpha dan lainnya menjadi makin dikenali. Baru kemudian pada awal 1980-an nama badai juga disertakan nama para lelaki.

Menurut aturan baru yang dikeluarkan perkumpulan badan meteorologi dunia, nama badai akhirnya disimpulkan harus disesuaikan dengan urutan huruf awal. Seperti nama-nama badai perempuan diatas, nama-nama tersebut urut dikeluarkan sesuai dengan waktu kejadian. Lalu bila nama tersebut sudah mencapai huruf terakhir dalam abjad Romawi, baru dikembalikan lagi ke urutan awal lagi. Nama-nama itu juga nantinya akan memasuki masa akhir, dan tidak dipergunakan kembali. Namun organisasi dunia meteorologi telah menyiapkan nama-nama lain, bilamana diperlukan dimasa mendatang.

Cara lain mengidentifikasi badai atau topan adalah dengan membedakan kecepatan angin berhembus didalamnya. Tingkat terendah dinamakan Badai Tropis Depresi, yang memiliki kekuatan angin mencapai 33 knots atau 17,1 meter per detik. Tingkatan berikutnya dinamakan Badai Tropis, yang angin pusatnya mencapai kecepatan 32,6 meter per detik. Sementara tingkatan ketiga terhebat dinamakan Topan, yang bisa menghembuskan angin berkecepatan 32,7 – 50,9 meter per detik. Tingkat lebih tinggi lagi disebut Topan Penghancur, yang memiliki kecepatan angina melebihi 51,0 meter per detik.

Selain itu badai juga dikenali dilokasi-lokasi tertentu. Sejauh ini badai banyak terjadi di delapan area dunia, seperti Lautan Atlantik, Pasifik Timur, Pasifik Tengah, Pasifik Barat, Hindia Utara, Laut Hindia Barat Daya, Australia dan Laut Pasifik Selatan.

Topan di Pasifik biasanya datang sepanjang tahun, namun lebih banyak pada bulan Juli dan September. Menurut statistik, topan biasanya mendatangi Taiwan pada akhir April, dan akhir November. Sementara bulan Juli, Agustus, dan September menjadi waktu paling banyak topan terjadi.

Namun banyaknya nama badai, pada akhirnya tetap menimbulkan kebingungan di masyarakat. Dengan kondisi itu maka tujuan akhir penamaan badai, yang ingin memberikan kemudahan informasi dan persiapan kesiapsiagaan bencana menjadi kurang.

Joel N Myers, pendiri dan Presiden AccuWeather, salah satu layanan penyedia informasi cuaca menyatakan maslaah penamaan cuaca justru malah membingungkan ketimbang membantu orang-orang bersiap dari bencana.

“Dengan penamaan yang beraneka macam dan banyak pada bencana alam seperti badai dan topan malah membuat masyarakat bingung sendiri. Dan masalah itu malah menjadi kekurangan bagi jasa publik meteorologi,” kata Joel.

Ia juga menambahkan kebingunan itu makin menjadi, saat ada keputusan sebuah badai dinamakan lantaran dampak yang tercipta. Jadi bila tak ada korban, maka badai itu tak akan dinamakan apapun.

“Saya telah mengeksplorasi isu ini selama 20 tahun, dan menemukan kalau kondisi tersebut bukan sesuatu hal yang baik untuk ilmu pengetahuan, dan parahnya bisa membuat keputusan yang salah di masyarakat,” tambah Joel.

Seperti saat ini, orang-orang sulit membedakan antara topan dengan badai musim dingin. Padahal bila memahami perilaku dan bentuk bencana alam tersebut, sangat mudah untuk membedakan. Seperti topan bisa terjadi berhari-hari atau bahan seminggu lamanya. Sementara badai musim dingin datang secara mendadak, membuat suasana berbeda pada sebuah area tertentu. Badai musim dingin juga kadang datang saat sedang membangun diri, dan memiliki dua hingga tiga titik utama pembentukan. Prediksinya bisa diperkirakan dari daerah sekitar badai musim dingin terjadi, karena biasanya akan banyak kabut dan hujan disekitarnya. (cwb/dnaindia/accuweather/wmo/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s