Mars Miliki Kandungan Methane

mars_methaneMICHIGAN – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan adanya kandungan methane di Mars. Penemuan yang terjadi Selasa (16/12) itu diklaim NASA menunjukan adanya indikasi kehidupan.

“Secara temporer Mars mengeluarkan methane, kadang terukur banyak tapi kemudian menurun tajam,” kata Sushil Atreya, dari Universitas Michigan yang menjadi mitra NASA dalam proyek tersebut.

Menurut Sushil ada banyak kemungkinan sumber dari methane itu. “Bisa jadi dari sumber biologis atau non-biologis, seperti interaksi antara air dan batu,” tambahnya.

Penemuan itu dikatakan Sushil, setelah NASA mengujicoba penggunaan teknologi Analisa Contoh Mars (Sample Analysis at Mars/SAM). Mereka kemudian menguji hasil hingga lusinan kali di laboratorium, selama periode 20 bulan. Pada akhir 2013 dan awal 2014 penemuan pertama unsur methane di Mars terjadi. Namun penemuan itu kemudian diuji coba kembali sebelum akhirnya dikabarkan secara resmi.

Penemuan itu diketahui setelah dilakukan pengeboran di deaerah Cumberland , di Mars. Daerah itu memang dikenal sebagai satu daerah yang dianggap paling memiliki permukaan material organic tertinggi.

NASA memperkirakan hadirnya methane juga bisa berasal dari meteorit yang jatuh ke Mars. Namun yang jelas methane dianggap sebagai unsur penting kehidupan. Sehingga keberadaan methane bisa menjadi awal penelusuran lanjutan, yang bisa dikembangkan pada nilai manfaat ataupun jejak purba kehidupan di Mars.

“Kami seperti sedang merangkai teka-teki saat ini, yang pada akhirnya akan menggambarkan apa yang terjadi saat ini,” urai John Grotzinger, dari Institut Teknologi Pasadena, yang turut ambil bagian juga dalam penelitian tersebut.

Banyak hal yang menurut Grotzinger bisa dikembangkan dari penemuan ini. Salah satunya mengenai tentang usur kimia aktif yang mengakibatkan fluktuasi jumlah methane di atmosfir Mars. “Bisakah juga penelitian ini mengantarkan pada jenis organik yang bisa dilestarikan?,” tambah Grotzinger.

Daerah Cumberland di Mars memang telah lama dijadikan arena ujicoba oleh para peneliti antariksa. Terutama NASA yang banyak mengeksplorasi planet paling mirip bumi tersebut. Di Cumberland sebelumnya ditemukan lapisan air, yang menjadi dasar adanya kehidupan di Mars sebelumnya.

Kemudian ditemukan juga lapisan mineral, setelah wilayah tersebut digali dan diambil sampel tanahnya. Diperkirakan usia mineral itu telah mencapai umut tiga miliar tahun lalu. Penemuan itu mengindikasikan adanya lapisan es yang melebihi ambang batas, pada masa purba dahulu.

Penelitian mengenai methane di Mars ini kemudian juga telah dipublikasikan dalam jurnal Science. Sementara penelitian kandungan organik di Mars belum bisa dipublikasikan dalam waktu bersamaan. (Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s