London Resmikan Supermarket Sosial

LONDON – Kota London menjadi kota pertama di dunia yang meresmikan supermarket sosial. Supermarket tersebut diharapkan bisa menutupi kebutuhan warga London yang miskin dan tidak mampu membeli barang di supermarket umum.

Menurut keterangan yang diberitakan hingga Minggu (14/12/2014) supermarket sosial itu akan menjual barang dengan harga lebih rendah 70 persen, dari harga normal yang dijual pada supermarket umum.

Supermarket sosial itu akan diresmikan di West Norwood, yang berada di selatan London . Peresmian akan didukung oleh walikota setempat, Boris Johnson dan wakil dari Badan Makanan London, Rosie Boycott.

Menurut Boris peresmian itu menujukan bukti dari janjinya pada kampanye sebelumnya, yang akan menurunkan jumlah penduduk miskin dikota tersebut hingga 20 persen banyaknya. Peresmian itu sendiri merupakan kelanjutan dari program percobaan serupa yang dilakukan di kota Goldthorpe, dekat Barnsley, yang berada di selatan kota Yorkshire .

Model supermarket sosial ini diharapkan bisa menjadi daya untuk menaikan standar kehidupan masyarakat London , pada umumnya. Dijelaskan sistem penjualan pada supermarket akan didasarkan pada basis data keanggotaan. Dimana setidaknya kini terdapat 750 anggota, yang berasal dari kalangan miskin kota .

Pembeli dari supermarket ini juga bisa membeli berbagai produk yang dijual pada supermarket biasa. Produk seperti Marks & Spencer, Asda, Tesco, Morrisons, the Co-operative, Ocado, Innocent, Brake Brothers, Nestle dan Muller dikabarkan akan terdapat juga di supermarket sosial tersebut.

Diperkirakan sekitar 3,5 tom makanan dibuang sia-sia di Inggris tiap tahun, sebelum makanan itu mencapai lokasi penjualan. Sekitar 10 persen dari makanan itu sebenarnya masih memiliki kualitas yang baik.

John Marren, Kepala dari Company Shop Group mengatakan adanya supermarket sosial itu menutupi masalah dari kelebihan makanan. “Kebijakan itu benar-benar menutupi masalah kesenjangan sosial yang ada. Tak hanya menawarkan kualitas tinggi, makanan berharga rendah pasti akan berguna bagi kalangan yang tak mampu,” imbuh John.

Menurut John pihak Company Shop Group tertarik untuk bergabung karena melihat adanya keinginan untuk berbuat lebih baik, dari pihak yang terkait.

Tristram Stuart, pengkampanye dari organisasi lingkungan Feedback mengatakan menyetujui hadirnya supermarket sosial tersebut.

“Terlalu banyak makanan yang terbuang sia-sia tiap hari di Inggris, bahkan sebelum makanan tersebut masuk ke keranjang penjualan,” kata Tristram.

Sementara itu masih banyak masalah sosial hadir dalam masyarakat Inggris, terkait makanan yang harus disidangkan tiap hari. Kebijakan ini menurut Tristram menyelesaikan masalah kelebihan makanan dan tujuan sosial. (Guardian/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s