Uskup Meminta Lingkungan Dihormati

LIMA – Dibawah perintah untuk melindungi hasil ciptaan Tuhan, sekelompok uskup dari gereja katolik menyerukan agar pemakaian energi fosil dihentikan. Mereka juga berharap para utusan negara yang sekarang sedang berunding dalam Konferensi Para Pihak UNFCCC ke 20, di Lima , Peru agar memastikan adanya ikatan hukum untuk keputusan mengenai perubahan iklim di Paris, tahun mendatang.

“Mahluk hidup di bumi diperintahkan untuk hidup secara berimbang, adil dan terhormat, menjaga perdamaian dan harmoni. Umat manusia diperintahkan untuk menjaga semua yang telah diciptakan, dan bernilai guna tinggi,” imbuh pernyataan yang dikeluarkan kelompok uskup tersebut, Kamis (11/12/2014).

Secara keseluruhan ada sembilan uskup dari empat kontinen dan lima negara, turut menandatangani pernyataan itu. Termasuk didalam pernyataan itu ada nama Pastor Salvador Pineiro Garcia-Calderon yang merupakan Presiden Konferensi Uskup Peru . Sedang nama-nama lain termasuk Sithembele Anton Sipuka, dari Afrika Selatan. Ada juga Theotonius Gomes dari Dhaka , Bangladesh . Uskup Marc Stenger dari Prancis juga turut serta.

“Kami para uskup memanggil semua umat katolik dan orang-orang baik lainnya untuk mendorong kesepakatan di Paris tahun depan, sebagai cara baru untuk menyelamatkan semua ciptaan Tuhan yang berada di bumi,” tambah pesan dalam pernyataan itu.

Menurut mereka, tak ada yang lebih mereka pikirkan selain dampak luar biasa, yang harus dihadapi kaum miskin terutama di negara berkembang terhadap perubahan iklim.

Mereka juga berharap para delegasi di Paris nanti, akan bisa menghasilkan kesepakatan yang mengandung ikatan hukum didalamnya. Dimana akan adanya keinginan untuk menurunkan suhu bumi dibawah 1,5 derajat celcius, pada dekade mendatang. Sehingga dampak buruk dari perubahan iklim bisa dihindari.

Para uskup itu juga meminta adanya model pembangunan dan kehidupan baru. Dimana terjadi keseimbangan antara kemampuan menghadapi perubahan iklim dan pengurangan kemiskinan.

“Sekarang saat untuk beralih ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Serta energi tersebut seharusnya bisa diakses semua orang,” tambah pernyataan tersebut.

Sementara itu kabar terakhir dari Direktur Eksekutif Badan Dunia Program Lingkungan (UNEP), Achim Streiner mengatakan akan membentuk koalisi negara-negara baru, yang menyetujui pemakaian energi bersih terbarukan harus didahulukan.

“Ekonomi global bisa menghemat sebesar US$ 18 triliun pada tahun 2035, bila kita mau menerapkan efisiensi energi sebagai pilihan pertama,” kata Achim.

Efisiensi energi itu bisa dilakukan dalam berbagai bidang. Mulai dari bohlam yang lebih hemat listrik, hingga pemakaian kulkas yang ramah lingkungan. Pegnaturan pemakaian mesin kendaraan yang lebih hemat bahan bakar, juga termasuk didalamnya. Selama bisa mengurangi pemakaian listrik dan bahan bakar, maka bisa dibilang hal tersebut masuk kategori efisiensi energi. Dengan program efisiensi energi itu saja, UNEP berharap 1,25 miliar ton emisi penyebab perubahan iklim di dunia bisa dikurangi. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s