Kecepatan Topan Hagupit Menurun

MANILA – Topan tropis Hagupit kini bergerak menuju ibukota Philipina, Manila . Namun kecepatannya telah menurun dibandingkan saat pertama memasuki batas timur negara tersebut.

Senin (8/12/2014) dikabarkan 12 orang menemui ajal karena topan itu. Palang merah internasional mengatakan pulau Samar , yang berada di timur Philipina merupakan daerah terdampak paling parah. Namun kerusakan lebih minimal dibandingkan ketakutan yang ditimbulkan. Ribuan orang kini berangsur kembali ke rumah masing-masing, setelah sebelumnya dievakuasi ke daerah yang lebih aman.

Kota Tacloban, yang pernah juga terdampak topan Haiyan tahun lalu, kini tampak lebih siap menghadapi bencana. Di Provinsi Albay, setengah dari penduduk yang ada dievakuasi, tapi kini mulai kembali ke rumah masing-masing.

Kebanyakan penduduk daerah tersebut dievakuasi selama tiga hari di daerah Polangi. Hingga Selasa pagi mereka mulai diangkut kembali menggunakan truk tentara. Sebagian besar orang membawa tas plastik besar, untuk barang bawaan wajib yang hasus dibawa. Sebagian besar mengkhawatirkan rumah mereka, tapi sebagian besar lain lebih ingin melihat lahan sawah garapan yang ditinggalkan.

Di ibukota Philipina, penduduk mulai disiapkan untuk menghadapi hujan lebat dan angin kencang. Menurut Badan Meteorologi Philipina, topan Hagupit kini menuju ke Manila, namun kecepatan angin berkurang dari sebelumnya. Diperkirakan hembusan angin bisa mencapai 100 kilometer per jam, dan akan tiba di Manila hingga 24 jam mendatang. Penduduk kota kini disiapkan untuk menghadapi musibah seperti banjir bandang, longsor dan serangan badai.

Ribuan orang yang berada dipinggir-pinggir sungai Manila , mulai dievakuasi pada Senin (8/12/2014). Menurut data yang disebarkan akan sekitar 11,8 juta orang sudah dievakuasi. Gubernur Manila, Joseph Estrada mengatakan kota Manila telah disiapkan dan dilatih untuk menghadapi bencana. “Hanya masalah banjir yang sangat mengkhawatirkan kami,” ujarnya.

Di lokasi berbeda, Joey Salceda, Gubernur Provinsi Albay mengatakan tak ada masalah besar dan kerusakan berarti yang menimpa daerah mereka. Menurut Joey, badai yang datang kali ini lebih lemah dari saat November lalu. Menurutnya peringatan dari badan meteorologi juga membantu persiapan menghadapi bencana, seperti mengidentifikasi populasi manusia yang beresiko terdampak, mengevakuasi mereka dua hari lebih cepat, dan mempersiapkan pasokan makanan.

Informasi yang diberikan palang merah mengatakan ada 21 orang yang tewas akibat bencana topan Hagupit, selama akhir pekan kemarin. Sejumlah 18 orang yang tewas berasal dari daerah pulau Samar , di timur Philipina.

Pemimpin kota Dolores, ibukota pulau Samar mengatakan 80 persen rumah yang ada disana musnah tersapu topan. Satu orang dikabarkan tewas, karena tertimpa ranting pohon.

Menurut Konsil Manajemen Penanggulangan Resiko Bencana (NDRRM) Philipina, ada dua orang korban yang lain, merupakan perempuan berumur satu tahun dan lelaki berusia 65 tahun. Mereka tewas karena menderita kedinginan hebat, atau hypothermia di pusat Provinsi Iloilo.

Sebanyak 183 penerbangan digagalkan akibat topan itu. Lima bandara juga ditutup, urai NDRRM. Kini kekurangan listrik menghantui 16 provinsi yang ada di Philipina. (AFP/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s