Harga Minyak Terburuk Selama 5 Tahun

LONDON – Harga minyak dunia terus mengalami kemerosotan. Hingga Senin (8/12/2014) menurut hitungan pasar modal Brent, harga minyak turun lagi sebesar US$ 1,77. Berarti kini harga minyak sebesar US$ 67,30 per barrel. Harga terendah minyak dunia setelah Oktober 2009 lalu.

Pengamat ekonomi dunia memperkirakan harga minyak tak akan naik lagi seperti sebelumnya. Morgan Stanley memperkirakan harga minyak hanya akan mencapai angka US$ 70  pada tahun 2015. harga tersebu sebenarnya turun sebesar US$ 28 dari perkiraan sebelumnya, yang mencapai angka US$ 88 pada tahun 2016. Bahkan banyak investor bank memperkirakan harga minyak hanya akan mencapai angka US$ 43 per barrel pada tahun depan.

Adam Longson, analis ekonomi internasional mengatakan pasar mengalami resiko tak seimbang, tapi bisa dikendalikan bila negara-negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC mau menurunkan jumlah produksi mereka.

Namun negara-negara anggota OPEC yang kembali mengadakan pertemuan menolak pertimbangan tersebut. Negara eksportir minyak besar seperti Saudi Arabia meminta organisasi pengekspor minyak lain yang seharusnya menurunkan produksi. Organisasi yang dimaksud merupakan Petroleum Exporting Countries (PEC) yang seharusnya menurunkan angka produksi.

“Saya kira harga minyak akan bertahan seperti sekarang, hingga ekonomi dunia pulih kembali baru OPEC akan mengambil keputusan baru mengenai jumlah produksi,” kata Nizar al-Adsani, Kepala Eksekutif Perusahaan Minyak Negara Kuwait .

Perusahaan Minyak Negara Libya (NOC) mengatakan negara mereka hanya akan memproduksi 800.000 barrel minyak per hari. Meskipun kilang minyak mereka di El Sharara ditutup karena blokade.

Dampak dari penurunan harga minyak juga menimpa Rusia dengan keras. Kini harga mata uang Rusia, Rubel turun sebesar 2,2 persen terhadap dollar Amerika pada nilai 53,66.

Minggu lalu, pemerintah Rusia memperingatkan ekonomi mereka akan runtuh pada tahapan resesi bila harga minyak terus turun dan sanksi dari pihak Uni Eropa (UE) terus diberlakukan.

Data pasar juga menunjukan turunnya kecepatan pertumbuhan ekspor dari negara Tiongkok, akibat turunnya harga minyak. Pergerakan makin lambannya pertumbuhan ekspor Tiongkok mulai teridentifikasi pada awal November 2014.
Tony Cross, analis pasar dari Trustnet Direct mengatakan turunnya grafik pertumbuhan ekspor Tiongkok mengindikasikan adanya perlambatan dari sebelumnya. “Perdagangan Tiongkok jaruh dari ekspektasi sebelumnya, dan ini menjadi tanda agar para pedagang mengamankan produksi mereka pada minggu-minggu mendatang,” kata Cross.

Sementara itu, harga emas justru naik, dari semula US $ ,25 menjadi US$ 1,196 per ons, menurut pasaran di London , Inggris. (BBC/Xinhua/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s