Pekerja Restoran Cepat Saji AS Kembali Demo

BOSTON – Pekerja makanan cepat saji di Amerika Serikat (AS) kembali mengadakan protes, Kamis (4/12/2014). Mereka membanjiri 190 kota di AS, dan Presiden AS, Barack Obama mengatakan mendukung aksi tersebut.

Para pekerja tersebut menuntut upah dinaikan hingga US$ 15 per jam. Angka tersebut naik dari jumlah upah minimum sebelumnya, sebesar US$ 7,25. Menurut para pekerja dengan upah sebelumnya mereka tidak dapat hidup dengan normal.

Kini protes terjadi pada 190 kota di AS. Mulai dari Boston hingga Chicago , bahkan protes juga terjadi di kota San Fransisco dan Seattle . Kebanyakan pemrotes bekerja pada perusahaan penyedia makanan cepat saji, seperti McDonalds dan Burger King.
“Penting untuk diketahui, kini diperkirakan sekitar 90 persen dari saham restoran cepat saji merupakan kepemilikan pribadi. Dan kebanyakan usaha waralaba tersebut membayar upah dengan gaji minimum dan tak mengindahkan aturan lokal,” urai pernyataan yang dikeluarkan kelompok pekerja pemrotes, yang bernaung dibawah Persatuan Pekerja Jasa Internasional (SEIU).
Di kota New York , ratusan pekerja berjalan bersama dipusat kota dan menggelar slogan-slogan serta mengajak anggota marching band utnuk turut serta berdemo. Kebanyakan dari mereka mengadakan pawai menuju gedung pusat pemerintahan di New York City Hall .
“Saya ingin menangis bila mengingat upah yang diterima per bulan. Seharusnya kami telah menyelesaikan masalah upah ini dua tahun yang lalu,” kata Shantel Walker, salah seorang penyelenggara demonstrasi kepada kantor berita BBC.
Shantel bekerja di Papa John Pizza sejak 1999, dengan upah sebesar US$ 8,50 per jam. Ia kemudian memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut, dan menggalang kepedulian para pekerja untuk mengadakan demonstrasi.
“Sekarang saatnya benar-benar untuk bertahan hidup. Dengan gaji yang ada kami hanya akan menerima upah pada hari Sabtu, dan hari Senin berikutnya sudah bangkrut,” tambah Shantel.
Menurut beberapa analis buruh di AS, momentum demonstrasi tersebut tepat dilakukan saat ini, mengingat janji Presiden Obama sebelum naik kembali menjadi presiden untuk menaikan tingkat upah minimum warga AS secara keseluruhan.
“Para pekerja cepat saji berpikir pintar, dan bersifat menyeluruh. Dengan adanya demonstrasi ini berarti bisa memicu juga kenaikan upah bagi seluruh karyawan di AS,” ujar Nelson Lichtenstein, Direktur Pusat Studi Pekerja di Universitas California.
“Para pemilik perusahaan menjadi makin kaya, sementara yang miskin makin susah. Itulah yang diderita para pekerja kelas bawah tersebut,” urai Nelson.
Dengan kata lain, Nelson berharap ada jenis sektor pekerja lain yang juga akan mengikuti aksi serupa. Mengingat apa yang diperjuangkan pekerja restoran cepat saji, juga terkait secara langsung atau tidak langsung kepada mereka. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s