Perubahan Iklim Perlu Inisiatif Baru

LIMA – Konferensi Perubahan Iklim ke-20 kembali dibuka di Lima, Peru pada awal bulan Desember 2014. Semua delegasi yang hadir berharap pertemuan tersebut akan menghasilkan jalan menuju kesepakatan baru, dan mengakomodasi keadilan iklim bagi seluruh negara dunia.

Setidaknya utusan dari 200 negara hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka akan berdialog dan berunding selama dua minggu. Salah satunya akan memutuskan peta jalan untuk mencapai kesepakatan pada pertemuan serupa di Paris, tahun 2015 mendatang.

Menteri Lingkungan Polandia, Marcin Korolec, yang menjadi Presiden pada pertemuan sebelumnya menyatakan beberapa hasil telah terjadi mengenai pengurangan emisi penyebab pemanasan global. Termasuk kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok untuk mengurangi sumber emisi karbon mereka, hingga akhir tahun 2014.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Peru, Manuel Pulgar-Vidal mengatakan agar para peserta pertemuan mencari upaya-upaya kreatif untuk pencapaian konsensus global. Selama 12 hari ke depan, ia akan memfokuskan diri pada pertemuan tersebut, dan berharap proses tranparan dan inklusif bisa terjadi sepanjang pertemuan yang diinisiasi oleh Badan Dunia mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC) tersebut.

“Konferensi ini harus menghasilkan kerangka kerja untuk memperkuat mekanisme pendanaan, yang akan menjadi proses akselerasi penting menuju aksi pada pra-2020,” ujar Pulgar-Vidal.

Christiana Figueres, Kepala Eksekutif UNFCCC mengajak semua aktor yang terlibat dalam isu perubahan iklim untuk memperluas cakupan aksi mereka. Selain juga mengurangi kesenjangan antara program mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Pertemuan ini harus menciptakan sejarah,” kata Figueres.

Ia juga menggaris bawahi pentingnya perbaikan aktivitas secara kolektif diseluruh dunia, dan mengajak partisipasi dunia untuk masa depan yang berkelanjutan.

Rajendra Kumar Pachauri, pemimpin Panel Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) menjanjikan akan membawa tiap utusan di konferensi tersebut pada realitas yang berbasis ilmu pengetahuan dan sains.

IPCC menurutnya telah membuktikan hal tersebut pada laporan terakhir mereka, yang telah dikeluarkan beberapa bulan lalu. Pachauri kembali mengingatkan pada kontribusi manusia yang menyebabkan perubahan iklim terjadi. Ia juga menyatakan kalau fenomena tersebut telah menyebabkan semua orang terdampak akibatnya.

“Kita lihat es di Arctic makin mengecil, sementara kenaikan muka air laut juga benar terjadi,” imbuh Pachauri.

Ia berharap agar pada pertemuan kali ini, akan tetap fokus pada upaya untu mempertahankan kenaikan suhu bumi tetap dibawah 2 derajat celcius, dan mencapai keinginan untuk mengurangi emisi karbon hingga titik nol.

 Sekitar 10.000 delegasi yang terdiri dari utusan negara, aktivis, jurnalis dan kru pendukung tercatat mengikuti pertemuan tersebut. (Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s