Kemiskinan Melanda Anak Selandia Baru

child povety new zealand2WELLINGTON – Satu dari empat anak di Selandia Baru masih hidup dalam kemiskinan, sepanjang tahun 2014. Satu dari enam anak disana hidup tanpa kesehatan dasar, pakaian layak, tanpa akomodasi pada buah-buahan segar serta sayuran. Demikian sebuah laporan yang dikeluarkan Selasa (2/12/2014).

Laporan bertajuk “Child Poverty Monitor” tersebut juga menemukan sekitar 10 persen anak-anak di Selandia Baru berada diposisi menjelang akhir kemiskinan. Sementara itu tiga dari lima anak disana sempat merasakan kemiskinan melanda mereka sepanjang usia anak-anak.

Laporan yang dikeluarkan oleh Universitas Otago itu juga menyebutkan keluarga dari 260.000 anak itu, atau sekitar 24 persen dari penduduk Selandia Baru, mengalami kemiskinan karena tidak memiliki rumah. Sekitar 40.000 anak dibawah usia 14 tahun sempat berada di rumah sakit karena kemiskinan.

Russell Wills, Komisioner Anak Selandia Baru mengatakan informasi yang dikeluarkan laporan itu jelas dan secara akurat dialamatkan untuk Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, John Key agar lebih diperhatikan.

“Kemiskinan pada anak menjadi salah satu isu yang sering dibicarakan di Selandia Baru beberapa bulan terakhir ini, dan sekarang kita ingin melihat aksi nyata segera dilakukan,” kata Russell.

Menurutnya banyak inisiatif bisa dilakukan untuk mengurangi masalah tersebut. Termasuk dengan menggabungkan upaya pengurangan kemiskinan, yang dilakukan pemerintah, pengusaha dan philantropis.

“Biar bagaimana saya tetap khawatir dengan kehidupan 10 persen anak di Selandia Baru yang masih dalam kemiskinan, karena angka-angka tersebut tak berubah dalam beberapa periode,” tambah Russell.

Berbagai aksi untuk mengurangi jumlah kemiskinan itu harus disatukan. Sebab kemiskinan pada anak di Selandia Baru kini berada pada tahap darurat.

child povety new zealandMengenai masalah ini, Jean Simpson dari Universitas Otago mengatakan kemiskinan pada anak pada akhirnya akan meningkatkan beban biaya kesehatan rumah sakit yang harus dikeluarkan pemerintah. Selain itu juga bisa berdampak serius pada penyebaran penyakit jenis infeksi dan pernafasan.

“Penyakit yang rentan terpapar pada anak-anak miskin adalah bronchiolitis, infeksi akut pada pernafasan, pneumonia dan rematik,” urai Jean.

Menurut Jean hasil laporan itu seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah Selandia Baru untuk focus memperbaiki akar masalah dari kemiskinan anak. Termasuk menaikan pemasukan keluarga miskin, pendidikan, rumah dan kesehatan yang layak.

Menyikapi masalah ini, Menteri Pembangunan Sosial Selandia Baru, Anne Tolley yang berbicara di Radio Selandia baru mengatakan kalau PM John Key telah menginisiasi rencana yang memfokuskan pada kehidupan anak-anak jalanan.

“Rencana itu merupakan kerja besar yang harus dilakukan, beberapa aksi merupakan program jangka pendek, namun kebanyakan merupakan program jangka panjang,” imbuh Anne. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s