Laos Berkembang Diantara Tekanan

JAKARTA – Pada tahun 2009, sekumpulan ahli arkeologi menemukan tulang manusia di goa Tam Pa Ling, dekat gunung Annamite, di utara Laos. Tulang manusia itu kemudian diperkirakan sudah berumur 46.000 tahun lamanya. Menjadikan penemuan tulang manusia modern paling tua di Asia Tenggara.

Indikasi dari penemuan itu yang kemudian mengasumsikan sudah adanya peradaban di daerah yang bernama Laos saat ini. Selain bukti-bukti adanya pertanian pada waktu yang bersamaan dengan umur tulang manusia tersebut.

Laos meninggalkan jejak kerajaan bernama Lan Xang. Kerajaan tersebut diperkirakan eksis para abad ke 14 hingga 18. Laos mulai berubah saat Prancis datang mengokupasi pada tahun 1893. Laos kemudian dibagi menjadi tiga kerajaan, Luang Phrabang, Ventiane dan Champasak. Kini ketiga kerajaan tersebut menjadi tiga kota besar di Laos saat ini, dan Ventiane menjadi ibukota negara.

Laos kemudian mengajukan opsi kemerdekaan, saat Jepang berkuasa pada tahun 1945. Namun kemerdekaan tersebut dihambat saat Prancis kembali menguasai Laos pada 1949. Hingga akhirnya Laos meraih kemerdekaan penuh pada tanggal 2 Desember 1953.

Perjalanan sejarah Laos setelah merdeka, dipenuhi dengan aksi kudeta yang berganti. Salah satu yang paling monumental adalah kudeta gerakan komunis Pathet Lao, pada tahun 1975. Perang saudara itu yang akhirnya mengakhiri kekuasaan monarki selama ratusan tahun lamanya.

Kini Laos terus berkembang, meskipun tidak memiliki wilayah pesisir laut. Dengan penduduk sebanyak 6,5 juta orang pada tahun 2012, Laos berusaha mengembangkan sumber daya alam yang dimiliki untuk kesejahteraan.

Salah satu upaya yang berhasil, adalah pemanfaatan sungai sebagai pembangkit listrik. Dengan sumber energi tersebut, Laos menjual listrik ke berbagai negara tetangga seperti Thailand, Vietnam dan Tiongkok.

 Sayangnya Laos masih memiliki ekonomi yang rendah. Kebanyakan penduduk di Laos saat ini hanya memiliki pendataan kurang dari US$ 1,25 per hari. Dengan Indeks Pembangunan Manusia setingkat itu, Laos tak berbeda jauh dengan pendapatan negara tetangga lain, seperti Kamboja.

Banyak pengamat bilang kalau ekonomi Laos tak akan berubah, bila tak mengubah kebijakan politik saat ini. Dimana tercatat terlalu banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia terjadi disana. Salah satu yang paling mengemuka merupakan pembasmian etnis Hmong di Laos.

Menurut laporan yang dikeluarkan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Laos diklaim telah melakukan membunuh dan memperkoras empat perempuan Kristen Hmisng, di Provinsi Xieng Khouang pada tahun 2011. Laporan tersebut juga diperkuat dengan data yang dikeluarkan Badan Intelejen Amerika Serikat (CIA), yang menambahkan bahwa selain empat orang tersebut masih banyak etnis Hmong lain yang juga dieksekusi mati.

Kondisi tersebut jelas menjadi perhatian internasional. Sebab sebelumnya Laos juga melakukan politik tangan besi, untuk para warga yang menuntut perubahan. Salah satunya pada tahun 1999, saat 30 mahasiswa Laos ditangkap dan dipenjara lantaran memprotes masalah demokrasi dan kebebasan berbicara disana. Hingga akhirnya hanya tiga orang yang bisa lolos selamat dari penyiksaan di penjara, pada tahun 2009.

Terakhir kasus Hak Asasi Manusia yang mengemuka pada Desember 2012, saat aktivis dari gerakan Sombath Somphone mengajukan protes mengenai tingginya angka penculikan disana.

Meskipun berada dalam keterkungkungan, kini Laos terus maju dengan berbagai kemampuan dan keyakinan yang dimiliki. Salah satu sektor yang terus berkembang menjadi andalan merupakan pariwisata. Dengan slogan “Simpel Tapi Indah”, Laos menyeruak dengan pendapatan hingga US$ 1,876 juta pada tahun 2010, dari sektor pariwisata saja. Diperkirakan pada tahun 2020, pendapatan tersebut akan meningkat hingga US$ 1,5 miliar, bila pemerintah Laos tetap memiliki tren seperti saat ini. (Sulung Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s