Keputusan OPEC Tak Adil

DUBAI – Keputusan organisasi negara penghasil minyak (OPEC) untuk tidak memotong produksi, guna menaikan harga minyak dunia, dianggap tidak adil. Senin (1/12/2014) Iran sebagai salah satu anggota OPEC sedang melakukan koordinasi dengan negara-negara lain, untuk mengkritisi kebijakan tersebut.

“Saya tak berpikir kebijakan tersebut akan menguntungkan untuk semua anggota OPEC, karena beberapa negara anggota OPEC sebenarnya menentang keputusan tersebut,” kata Menteri Perminyakan Iran , Bijan Zanganeh.

Menurutnya keputusan tersebut keluar, setelah beberapa negara penentang menganggap perlunya persatuan dan solidaritas didahulukan. “Kami saat itu memutuskan tak memprotes melawan kebijakan itu,” tambah Bijan.

Iran juga membenarkan turunnya harga minyak dunia saat ini, salah sebabnya lantaran tingginya produksi minyak dari produsen yang berada di Teluk Persia . Mereka diasumsikan menaikan jumlah produksi untuk menutupi kebutuhan minyak di Timur Tengah, yang diembargo Iran sebelumnya.

Pada pertengahan minggu sebelumnya, Menteri Perminyakan Arab Saudi mengatakan kepada anggota OPEC yang lain kalau sekarang saatnya melawan perkembangan pemakaian gas alam yang diprakarsai Amerika Serikat (AS). Alasan tersebut bisa menjadi dasar tidak dikuranginya pasokan produksi minyak, untuk menaikan harga minyak yang kini terus merosot.

Sementara itu Menteri Uni Emirat Arab (UEA), justru menyuarakan dukungan terhadap dukungan OPEC tersebut. “Kami tak mendukung produsen minyak diluar OPEC. Keputusan tersebut tak menguntungkan pasar, pemakai dan ekonomi dunia,” kata Menteri Perminyakan UEA, Suhail bin Mohammed al-Mazroui.

“Negara OPEC akan mengkompensasi banyak pengurangan dari harga minyak dunia yang terus turun. Namun dapat dipastikan kami akan makin mengefisiensikan produksi dengan sistem yang lebih modern,” tambah Mazroui.

Harga minyak saat ini terus turun hingga US$ 70 per barrel, pada akhir pekan lalu. Ledakan penggunaan gas alam yang dikeluarkan AS jelas membuat harga minyak turun, mengingat pemakai minyak terbesar dunia Tiongkok dan negara-negra Eropa memutuskan mulai mengganti sumber energi dari minyak menjadi gas alam. Harga minyak tersebut merupakan yang terburuk sejak Juni 2014 lalu.

“Pasar akan menyesuaikan harga dan keberlangsungan. Kita perlu memberikan waktu agar pasar kembali stabil,” tambah Mazroui.

Dalam pertemuan OPEC sebelumnya, para anggota akhirnya sepakat untuk tidak menurunkan produksi untuk menaikan harga minyak. Mereka menyatakan penurunan harga minyak dari OPEC tak akan berpengaruh pada kenaikan harga minyak, sebab banyak produsen minyak saat ini tak bergabung di OPEC.

Namun negara seperti Brasil dan Venezuela menentang keputusan tersebut. Sebab menurut mereka menurunkan produksi minyak, jelas bisa kembali menaikan harga minyak, sebab suplai dipasar pasti akan berkurang. (BBC/Business Insider/CNN/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s