Letusan Gunung Aso Rusak Pertanian

mount aso mapFUKUOKA – Gunung Aso yang berada di Prefektur Kumamoto, Jepang, Jumat (28/11/2014) kembali meletus setelah 21 tahun tertidur. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan letusan berupa abu telah menyembur sejak beberapa hari sebelumnya. Sementara erupsi lahar yang pernah terjadi terakhir tercatat pada Februari 1993.

Scoria, abu berwarna hitam dan berformasi dengan batu terlihat masih terus keluar. Abu tersebut menurut JMA menyebar hingga kota Kumamoto , yang berada 40 kilometer jauhnya dari puncak gunung. Lahan-lahan pertanian dikabarkan tertutup debu, dan mengakibatkan kerugian besar.

“Ini pertama kalinya setelah satu dekade, pertanian kami terdampak karena letusan gunung,” kata salah satu penduduk di desa Takamori, yang terletak di kaki gunung Aso, kepada Japan Times.

Sementara itu kota Aso, juga mengalami dampak parah akibat letusan gunung tersebut. Kota tertutup debu tebal, dan transportasi menjadi terhambat. Menurut petugas kepolisian setempat, Yoshioki Sato para pendaki sudah dilarang untuk mendaki gunung Aso sementara ini. Mereka dilarang mendekati gunung hingga radius satu kilometer jauhnya.

“Tergantung pada kondisi angina, abu dan batu yang terlontar dari kawah gunung bisa saja mengakibatkan kecelakaan bagi turis,” kata Sato.

Kejadian letusan tersebut juga dikabarkan mengganggu lalu lintas udara, yang kerap  melintas di atas gunung. Tercatat penerbangan yang menghubungkan Tokyo dan Kumamoto terhambat. Selain itu juga hubungan udara antara Tokyo , Aichi dan Osaka tertutup awan tebal. Menruut informasi yang dikeluarkan JMA, debu yang keluar dari gunung Aso mencapai ketinggian 3,280 kaki. Bahkan disaat puncak letusan bisa mencapai 5.223 kaki jauhnya.

Kini lusinan penerbangan didekat bandara Kumamoto telah ditunda. Penundaan terjadi lantaran daya pandang yang terlalu pekat. Setidaknya kota-kota seperti Aso, Kumamoto , Bungo-Ono dan Gokase sudah tertutup abu kini.

mount aso_japan

Letusan gunung Aso di Jepang, November 2014. dok. Newsweek.com

Gunung Aso tercatat pernah beberapa kali meletus. Dua kali letusan terparah terjadi pada tahun 1945 dan 1993. Aktivitas letusan gunung tersebut biasanya terjadi dalam waktu lama, bisa bulanan atau bahkan lebih.

Sementara pada letusan tahun 1953, 1958 dan 1979 telah mengakibatkan kematian. Pada letusan tahun 1979, setidaknya tiga orang tewas dan 11 lainnya terluka parah. Mereka terluka karena kena kejatuhan batu-batu dari kawah yang terlontar ke angkasa. Banyak juga korban berasal dari pendaki yang kebetulan sedang mendaki di puncaknya.

JMA sendiri telah mengeluarkan peringatan akan letusan gunung tersebut sejak September 2013. Mereka menaikan status kebencanaan gunung Aso dari level 1 ke level 2, yang berarti kawah telah menunjukan aktivitas letusan.

Namun JMA memastikan letusan abu dan lontaran batu, tak akan terjadi lebih dari satu kilometer jauhnya dari kawah. Kini JMA telah menaikan status gunung Aso menjadi level 3, yang berarti dilarang untuk didaki. (UPI/Japan Times/Asahi Shimbun/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s