Harga Minyak Terjun Bebas

WINA – Harga minyak terus menurun, setelah para anggota negara penghasil minyak (OPEC) usai mengadakan pertemuan selama delapan jam di Wina, Austria, Kamis (27/11/2014).

Menurut beberapa analis, hasil tersebut merupakan bentuk dunia baru bagi OPEC. Sebab baru kali ini OPEC menyadari, bahwa mereka kini bukan pengatur dan pengontrol harga pasar minyak dunia lagi.

“Ini perubahan baru bagi OPEC, karena mereka kini tidak dapat dengan mudah mengatur pasar lagi. Sekarang pasar mengambil alih keputusan untuk penentuan harga,” kata Gary Ross, Kepala Eksekutif dari PIRA Energy Group.

OPEC dalam pernyataan resmi usai pertemuan, tetap memutuskan tak akan menurunkan produksi minyak. Mereka tetap akan memproduksi 30 juta barrel minyak per hari. Jumlah tersebut menurut OPEC berada dibawah estimasi jumlah produksi minyak tahun depan, yang ditargetkan sebanyak 31 juta barrel minyak per hari.

Namun keputusan tersebut kini membuat harga minyak terjun bebas. Dari bursa sahan Brent harga minyak hingga Jumat (28/11) ini turun sebanyak 5 persen, menjadikan harga minyak hanya seharga US$ 72 per barrel. Harga itu sendiri merupakan yang terburuk setelah harga minyak terus turun dari Agustus 2014 lalu.

Menteri Luar Negeri Venezuela , Rafael Ramirez mengatakan menerima keputusan OPEC untuk tidak menurunkan jumlah produksi. Menurutnya keputusan tersebut adalah hasil kesepakatan bersama.

“Di pasar, beberapa produsen minyak memang mematok harga terlalu tinggi,” kata Ramirez.

Dalam pandangan Ramirez, harga yang tak sesuai itu justru yang menjadi biang masalah turunnya harga minyak sekarang. Ramirez juga setuju, kalau pemotongan produksi minyak bukan menjadi solusi turunnya harga minyak sekarang. Sementara itu penurunan produksi minyak juga bukan tanggugn jawab anggota OPEC, sebab masih banyak produsen lain yang berada diluar OPEC.

“Mengapa pula Saudi harus memotong produksi minyaknya? Mengapa pula harus mendukung Iran , Russia dan produsen gas alam Amerika Serikat?  Biarkan saja pasar menyesuaikan harga. Saat pasar menemui harga keseimbangan baru, maka harga minyak akan kembali naik,” kata Ramirez.

Sejauh ini, Arab Saudi sebagai salah satu produsen minyak terbesar di OPEC tetap bersikeras tak akan menurunkan tingkat produksi mereka. Beberapa negara besar penghasil minyak juga memutuskan hal yang sama.

Menteri Perminyakan Kuwait , Ali Saleh al-Omair mengatakan negaranya tetap akan menerima berapapun harga minyak dunia mendatang. “Kami menerima ide dari Saudi untuk tak panik menghadapi harga minyak sekarang. Biar saja harga minyak turun hingga US$ 60 sekarang, tapi dengan stabilitas produksi, beberapa tahun ke depan harga minyak akan tetap naik lebih dari US$ 80,” imbuh Ali.

Optimisme tersebut juga disambut berbagai kalangan sebagai upaya untuk menahan laju pembangunan proyek gas alam AS. Sebab dengan harga rendah, berarti bisa menahan laju penjualan gas alam yang kini merubah nilai harga minyak dunia. (BBC/CNN/Reuters/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s