Obat Baru Ebola Menjanjikan Keberhasilan

LONDON – Percobaan pertama penggunaan obat ebola pada manusia, memperlihatkan hasil yang memuaskan. Pada uji yang dilakukan Rabu (26/11/2014), obat tersebut memperlihatkan hasil yang mampu menumbuhkan daya kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

Menurut peneliti dari Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (NIH), yang melakukan penelitian tersebut. Mereka telah menggunakan obat itu untuk 20 orang pasien sukarelawan. Setelah mereka diberikan obat, hasil yang ditemukan menunjukan obat tersebut memperlihatkan hasil yang menjanjikan.

Hasil itu kemudian diterbitkan dalam New England Journal of Medicine (NJEM). Alam penjelasan di jurnal itu disebutkan tak ada pasien yang makin menderita, setelah diberikan obat tersebut, serta semua memperlihatkan pertumbuhan kekebalan tubuh yang memuaskan.

Anthony Fauci, salah seorang peneliti dari NIH mengatakan proses uji coba berjalan dengan baik, dan kemampuan tubuh untuk menghasilkan imun melawan virus Ebola terlihat menunjukan hasil memuaskan.

“Kami menyebut percobaan ini sebagai sukses yang belum berkualitas standar, meskipun ini baru uji coba fase pertama,” kata Fauci.

Para pasien sukarelawan dibagi dalam dua grup. Masing-masing grup diberikan obat dalam dosis tinggi dan rendah. Terlihat respon antibodi menguat pada grup yang diberikan dosis obat lebih tinggi. Menurut para peneliti mereka memberikan obat tujuh kali, pada kelompok yang diberikan dosis tinggi. Sementara kelompok dosis rendah hanya diberikan dua kali dosis obat. Pada kedua kelompok tersebut tersebut memperlihatkan sama-sama mampu memproduksi T-cell yang menjadi antibodi pelawan virus Ebola, yang dikeluarkan normal oleh tubuh.

Sebelumnya vaksin penyembuh ini sudah diuji coba pada simpanse, dan secara genetik tubuh mereka menghasilkan hormone T-cell usai diberikan obat tersebut. Percobaan pada satwa tersebut telah dilakukan selama empat kali, dan kesemuanya memperlihatkan hasil yang memuaskan.

Menurut Fauci, bila uji coba pada manusia terus memperlihatkan hasil yang memuaskan. Maka akan dilakukan uji coba fase dua, pada manusia. Dimana obat akan diujicoba langsung pada penderita Ebola di Afrika, lokasi dimana Ebola pertama kali merebak.

“Kita akan lihat perkembangannya setelah enam bulan obat tersebut diuji coba pada manusia di fase kedua,” imbuh Fauci.

Daniel Bausch, salah seorang editor di NEJM mengatakan sebenarnya uji coba obat Ebola pada manusia itu masih menimbulkan banyak pertanyaan yang belum terjawab. Seperti dampak jangka panjang, dan efek pada orang-orang sekitar penderita.

Obat ini sendiri akan diproduksi secara besar-besaran oleh perusahaan obat GlaxoSmithKline (GSK). Andrew Witty, Direktur Eksekutif GSK mengatakan akan memproduksi obat ini sebanyak 1 juta dosis per bulan, hingga akhir tahun 2015. (BBC/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s