Pertanian Kota Mulai Menghidupi Bumi

urbangarden

dok. earth watch

LONDON – Pertanian di perkotaan saat ini memainkan bagian yang penting dalam keamanan pangan global. Menurut laporan yang baru dikeluarkan dalam Jurnal Environment Research Letters, Selasa (26/11) disebutkan pertanian kota di bumi terluas bisa mencapai panjang 20 kilometer.

“Secara umum bahkan jumlah pertanian kota bisa disamakan dengan luas total 28 negara di Uni Eropa,” kata Pay Drechsel, penulis utama laporan tersebut.

Dreschel yang juga ilmuwan di Institut Internasional Manajemen Air (IWMI) menambahkan kalau penelitian yang dibuatnya baru pertama kali dilakukan. Melalui peta udara ia mencoba mencari luasan pertanian kota di bumi.

“Banyak orang berbicara mengenai pertanian kota , tapi kita tak pernah tahu berapa detailnya. Bagaimana luasan tersebut bila dikomparasi dengan luas pertanian sebenarnya” Ternyata penelitian ini menunjukan satu hal yang lebih besar dari yang diharapkan,” urai Dreschel.

Seperti misalnya total area lahan sawah di Asia Selatan ternyata lebih kecil, bila dibandingkan dengan jumlah pertanian kota yang saat ini ada di seluruh dunia. Seperti juga total luas ladang jagung di Afrika sub-Sahara, ternyata tak seluas pertanian kota yang saat ini ada.

Menurut data dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 50 persen populasi dunia kini hidup diarea pemukiman. Angka tersebut juga ternyata menjelaskan mengapa lokasi pertanian global kini berubah.

“Dapat dikatakan kini meja makan dipindahkan lebih mendekati ladang,” imbuh Dreschel.

Meskipun mengkhawatirkan secara luasan. Namun banyak keuntungan sebenarnya dari pertanian kota ini. Seperti penggunaan air kotor sebagai penyiram tanaman. Dengan cara itu program daur ulang air bisa dikurangi.

“Pertanian kota itu sekarang mendaur ulang lebih banyak air kotor ketimbang pusat pengolahan limbah yang ada,” kata Dreschel lagi.

Pengarang laporan yang lain, Anne Thebo dari Universitas California , Amerika Serikat (AS) mengatakan studi tersebut merupakan langkah awal penting untuk memahami jumlah produksi pertanian kota , dalam skala global dan regional.

“Secara umum, dengan mengetahui jumlah pertanian kota , maka kita tahu berapa kira-kira total produksi, serta memahami manajemen air yang dipergunakan,” kata Anne.

Namun menurutnya ada perbedaan antara pertanian kota di wilayah negara-negara utara yang maju, dan negara selatan yang berkembang.

“Untuk di utara, pertanian kota dipahami sebagai sesuatu hal yang positif. Sementara bagi negara-negara selatan yang masih berkembang, pertanian kota adalah sebuah oksimoron, atau semacam dagelan,” tambah Anne.

Satu hal yang menurutnya harus segera dilakukan adalah membuat kebijakan agar pertanian kota dan tradisional bisa disatukan dalam satu aturan. Bila tidak maka perkembangan pertanian kota bisa melebihi dari yang diperkirakan, dan berpotensi merusak lingkungan juga. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s