Rusia Potong Produksi Minyak

MOSKWA – Jatuhnya harga minyak dunia disebutkan membuat pemerintah Rusia merugi hingga US$ 100 miliar. Sementara sanksi dari pihak barat makin memperparah hal tersebut dengan kerugian mencapai US$ 40 miliar, kata Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, Senin (24/11/2014).

Anton menyebutkan angka-angka tersebut pada pertemuan Forum Ekonomi dan Keuangan Internasional di Moskwa. Dengan kerugian itu, maka membuat Rusia harus memotong produksi minyak mereka sebanyak 300.000 barrel per hari.
Dalam pertemuan para produsen minyak dunia (OPEC), minggu ini masalah kejatuhan harga minyak akan menjadi isu paling penting yang akan dibicarakan.
Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan Rusia bisa mengalami bencana besar sebagai konsekuensi masalah tersebut. Masalah terutama datang dari sanksi yang diberikan pihak barat, dan efek pada negara lain.
“Dunia yang modern sekarang memiliki kebebasan yang saling berkaitan. Bencana besar bisa saja menghadang Rusia, bila harga minyak terus turun dan sanksi dari pihak barat terhadap Rusia terus dilakukan,” kata Putin, menanggapi masalah ini pada kantor berita TASS.
 Sementara dari pihak OPEC mengatakan akan mengurangi jumlah produksi, untuk kembali menaikan harga minyak dunia. Hingga senin harga minyak mencapai US $ 76,41 per barrel. Nilai tersebut turun 11 sen, dari nilai sebelumnya yang mencapai US$ 80,25 per barrel.
Negara penghasil minyak seperti Iran, Libya dan Venezuela telah mendorong anggota OPEC lain agar menurunkan jumlah produksi, untuk mendorong naik harga minyak kembali. Namun tampaknya negara seperti Kuwait enggan melakukan kebijakan tersebut.
Harga minyak dunia telah turun sejak beberapa waktu lalu. Penurunan tersebut disinyalir lantaran makin tingginya ketergantungan AS terhadap gas alam, diikuti pula dengan makin turunnya permintaan dari Eropa dan Asia . Pada tangga, 14 November lalu, harga minyak mencapai angka terendah selama empat tahun terakhir. Dimana harga minyak hanya mencapai angka US$ 76,76.
Daniel Bathe, dari Lupus alpha Investment mengatakan pasar akan mempertanyakan kredibilitas dari OPEC dan pengaruhnya pada harga minyak dunia, jikalau produksi tak diturunkan.
Sementara Olivier Jakob, analis dari Petromatrix mengatakan Arab Saudi sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia, tak akan dengan mudah menurunkan produksinya. Apalagi bila kebijakan tersebut berhubungan dengan penundaan kesepakatan mengenai nuklir, yang kini juga sedang hangat dibicarakan di Wina.
Menurut Menteri Energi Rusia, Alexander Novak pada minggu lalu, Moskwa sebenarnya telah mempertimbangkan penurunan jumlah produksi minyak mereka, namun keputusan baru dicapai minggu ini. Pihak Rusia sendiri menutupi kerugian tersebut dengan triliunan dana mereka. Namun bila kondisi tak berubah hingga minggu depan, maka intervensi dari pihak penguasa akan segera dilakukan. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s