Dana Perubahan Iklim US$ 9,3 Miliar

BERLIN – Pertemuan 30 negara maju di Berlin, hingga Minggu (23/11/2014) akhirnya berhasil mengumpulkan dana sebanyak US$ 9,3 miliar, untuk membantu negara berkembang mengurangi emisi penyebab pemanasan global dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Jumlah tersebut sebenarnya tidak mencapai target sebesar US$ 10 miliar, yang seharusnya akan dikeluarkan pada akhir tahun 2014 mendatang. Dana tersebut nantinya akan ditampung dalam program Dana Iklim Hijau (Green Climate Fund/GCF).

Hingga akhir pertemuan, Amerika Serikat (AS) telah berkomitmen mengeluarkan dana sebesar US$ 3 miliar. Sementara Jepang sebanyak US$ 1,5 miliar. Inggris, Jerman dan Prancis menjanjikan sekitar US$ 1 miliar masing-masing, dan Swedia lebih dari US$ 500 juta.

Beberapa dana lain berasal dari negara seperti Swiss, Korea Selatan, Belanda, Denmark, Norwegia, Meksiko, Luxemburg, dan Republik Ceko.

Menteri Lingkungan Jerman, Gerd Mueller mengatakan meskipun hasil pengumpulan dana belum sesuai target, tapi paling tidak manusia sudah berusaha agar tidak mengulang kembali kejadian pada jaman dinosaurus lagi. Dimana diperkirakan kehidupan pada saat itu musnah karena terjadi pemanasan bumi yang menyebabkan banjir besar dan jaman es terjadi.

Hela Cheikhrouhou, Direktur Eksekutif Pengumpulan dana menjelaskan hasil yang dikumpulkan merupakan bukti kalau permainan telah berubah. Ia juga mengatakan uang tersebut akan digunakan secara seimbang untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Terutama untuk negara-negara yang paling membutuhkan. Seperti negara-negara kepulauan kecil dan Afrika.

Contoh yang bisa diberikan seperti pemberian dana bantuan ke Bangladesh, oleh Inggris. Mereka menggunakan dana untuk memperbaiki sistem pengairan dan memperbaiki kehidupan masyarakat dipinggir-pinggir sungai.

Pertemuan ilmuwan antar negara dunia (IPCC) menyebutkan upaya untuk menurunkan pemanasan bumi, sudah terlambat untuk dilakukan. Upaya mitigasi yang dilakukan seperti pengurangan emisi melalui degradasi dan deforestasi hutan, diperkirakan tak akan mencapai batas kenaikan suhu bumi sebanyak 2 derajat celcius, pada tahun 2100 mendatang.

Sementara upaya adaptasi tidak memiliki dana yang mencukupi, lantaran kebanyakan dana digunakan untuk pengurangan emisi karbon. Padahal banyak negra sudah terlanjur mengalami dampak perubahan iklim seperti perubahan musim dan badai besar. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s