Negara Maju Kumpulkan Dana Iklim

BERLIN – Pertemuan para donator di Berlin, Kamis (20/11/2014) diharapkan bisa mengumpulkan dana mencapai US$ 10 miliar. Dana tersebut akan dipergunakan untuk membantu negara miskin mengurangi emisi karbon, dan mempersiapkan dari dampak pemanasan global.

Program pengumpulan dana yang disebut Dana Iklim Hijau (Green Climate Fund/GCF), menjadi sasaran kunci menjelang pertemuan kunci para negara dalam perubahan iklim di Peru , bulan depan. Program tersebut menurut rencana akan terus dilakukan hingga puncak pertemuan mengenai perubahan iklim di Paris, tahun depan.

Pengumpulan dana tersebut bertujuan untuk membantu negara berkembang, agar bisa berinvestasi di sektor energi bersih dan teknologi hijau. Selain juga membangun pertahanan dalam menghadapi naiknya muka air laut, badai hebat, banjir dan kekeringan.

Dana GCF diharapkan bisa membantu negara yang paling beresiko terkena dampak perubahan iklim. Termasuk dengan memberikan sumbangan, pinjaman dan modal swasta untuk proyek seperti pembangkit listrik tenaga surya dan angin, serta penghijauan hutan kembali, dan membangun pertahanan di pinggir laut.

Menurut Direktur Eksekutif GCF, Hela Cheikhrouhou pertemuan di Berlin akan mengikutsertakan 22 negara. “Pertemuan itu untuk menunjukan upaya kepemimpinan dalam menghadapai masalah paling berat yang harus dihadapi manusia saat ini,” kata Hela.

Sementara itu, Kepala Badan Dunia untuk Perubahan Iklim (UNFCCC), Christina Figueres memanggil para pemilik modal besar, agar mau menyumbang setidaknya mencapai US$ 10 miliar hingga akhir tahun ini. Dana tersebut kemudian akan dipergunakan hingga empat tahun, setelah tahun 2015 mendatang.

Kelompok negara-negara maju sepertinya menyepakati pengumpulan dana tersebut. Amerika Serikat (AS) mengatakan akan menggelontorkan dana sebesar US$ 3 miliar. Sementara Jepang membantu sebanyak US$ 1,5 miliar, berikutnya Jerman dan Prancis sebanyak US$ 1 miliar, serta Swedia yang berjanji menyumbang US$ 500 juta.

Ada juga beberapa negara lain yang menyumbang dibawah US$ 1 juta, seperti Swiss, Korea Selatan, Belanda , Denmark , Norwegia, Meksiko, Luxemburg, dan Republik Ceko.

Pengumpulan dana itu sendiri merupakan salah satu aksi paling ambisius, yang pernah dilakukan setelah tujuan akhir ditentukan paska Pertemuan Iklim Copenhagen, dilakukan lima tahun lalu. Dengan dana tersebut diharapkan upaya penurunan dan daya adaptasi manusia menghadapi dampak naiknya suhu bumi bisa dilakukan.

Upaya Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menurunkan suhu bumi terus mengalami kegagalan. Terakhir Pertemuan antar ilmuran negara-negara dalam pemanasan global (IPCC) telah memperingatkan batas makin panasnya suhu yang bisa mencapai kenaikan 2 derajat celcius  pada tahun 2100 nanti.

Kenaikan suhu jelas aka berpengaruh pada kehidupan manusia. Iklim akan berubah dan banyak sumber daya keanekaragaman hayati akan punah. Pertumbuhan industri diklaim menjadi penyebab utama hal tersebut, dimana terlalu banyak unsur karbondioksida terlepas ke angkasa. Belum lama lalu, dua negara besar penyumbang emisi karbondioksida, AS dan Tiongkok akhirnya sepakat menurunkan emisi mereka hingga 26-28 persen, pada tahun 2025 mendatang. (AFP/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s