Philae Endus Pendukung Kehidupan di Komet

philae

dok. esa.int

PARIS – Perangkat buatan manusia pertama yang berhasil mendarat di komet, Philae dikabarkan mengendus molekul organik dan mendapatkan tingkat kekerasan lapisan permukaan komet lebih dari yang diperkirakan.

Catatan eksplorasi manusia di luar angkasa kembali menorehkan sejarah beberapa waktu lalu. Rekor baru berhasil ditorehkan wahana luar angkasa tanpa awak, Philae saat berhasil mendarat di komet 67P atau juga dikenal dengan nama Churyumov-Gerasimenko.

Proses pendaratan bukan perkara mudah, sebab dikabarkan Philae awalnya sempat gagal mendarat lantaran kencangnya laju komet bergerak. Teknik pelepasan anak panah untuk mendarat sempat tak menemui sasaran tepat, Philae sempat mental, hingga kemudian malakukan percobaan kedua kali dan akhirnya berhasil.

Kini Philae berada dalam kondisi diam, karena kehabisan tenaga. Namun Philae sempat mengirimkan data foto saat akan mendarat, dan menganalisa anasir komet serta meraba kekerasan permukaan komet tersebut.

Pusat kontrol Philae di Cologne, dioperasikan oleh Pusat Antariksa Jerman (DLR). Menurut pernyataan yang dikeluarkan DLR, Philae telah mendarat dilokasi yang tidak diharapkan sebelumnya, namun ia mendarat dengan sesuai scenario.

“Sekarang kita memasuki era baru untuk lebih memahami keberadaan komet,” kata Ekkehard Kuhrt, Direktur Proyek Philae.

Menurut Kuhrt, wahana Philae telah berhasil mengumpulkan data permukaan komet, yang sejauh ini diperkirakan berbeda dengan yang sebelumnya diperkirakan.

Philae mendarat di komet 67P, pada Rabu (12/11) pekan lalu. Wahana tersebut akhirnya melakukan pendaratan setelah tujuh jam berusaha. Menurut data Philae telah melakukan perjalanan sejauh 6,5 miliar kilometer (km), untuk bertemu dengan komet tersebut pada Agustus 2014.

Salah satu hasil berharga yng diperoleh Philae adalah data analisa kimia, dari pengeboran permukaan komet. Diperkirakan data tersebut akan menggambarkan sistem cahaya pada 4,6 miliar tahun lalu, dan bisa juga menggambarkan kehidupan di bumi.

Dalam keterangan yang diberikan DLR, salah satu perangkat Philae bernama Mupus berhasil mencungkil permukaan komet. Namun ternyata permukaan komet sangat keras, bahkan lebih keras daripada yang diperkirakan.

“Meskipun kekuatan pemukul telah ditingkatkan, namun tetap saja alat tersebut tak bisa masuk lebih ke dalam permukaan komet,” urai Tilman Spohn, pemimpin tim penelitian.

Menurutnya secara eksperimen elektrik dan akustid, dikonfirmasu komet tersebut tak lebih lunak dari komet yang lain, dan lebih keras daripada dipermukaan yang tertutup debu.

Philae memilih melakukan pengeboran, ketimbang menjelajah dahulu permukaan komet tersebut. Tujuannya agar segera ditemukan kandungan mineral yang berada didalamnya.

Molekul Organik

Selain mendapatkan batuan pelapis komet, Philae juga melakukan analisa organisme pendukung kehidupan. Tim peneliti dalam bidang ini, yang berkode Cosac mengatakan telah mencium adanya lapisan atmosfer dan mendeteksi molekul organik pertama, sesaat setelah mendarat.

Beberapa ahli astrofisika yang tergabung dalam tim berteori kalau didalam komet tersebut ditimbuni dengan unsur awal kehidupan, seperti air dan molekul organic. Mereka berharap pendaratan Philae di komet 67P, bisa membuktikan teori tersebut.

“Analisa untuk mengidentifikasi jenis molekul tersebut terus dilakukan hingga sekarang,” kata manajer proyek Philae , Stephan Ulamec.

Ulamec juga optimis Philae bisa segera bekerja kembali, setelah mendapatkan tenaga dari matahari. Sebab komet tersebut akan segera bergerak mendekati matahari. “Perangkat Philae akan segera bisa dioperasikan lagi, setelah mendapatkan tenaga dari teknologi photovoltaic yang ditanam pada tubuhnya,” imbuh Ulamec.

Pada musim semi 2015, atau sekitar bulan Maret-Mei diharapkan Philae bisa segera melakukan kontak dengan pusat kontrol. Sementara menjelang awal musim panas, temperatur komet akan memanas dan bisa menjadi sumber pengisi batere Philae. (AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s