Serangan Teroris Meningkat

NEW YORK – Tingkat kematian karena serangan terorisme diklaim meningkat sebanyak 61 persen, antara tahun 2012-2013. Dimana diperkirakan hampir ada sekitar 10.000 serangan teroris pada tahun 2013, naik 44 persen dan tahun sebelumnya. Demikian diungkapkan sebuah laporan terbaru yang termaktub dalam Global Terorism Index 2014, Senin (17/11).

Dalam laporan tersebut dikatakan kelompok militan Islam seperti Al Qaeda, Boko Haram dan Taliban yang paling banyak berkontribusi dalam kematian tersebut. Sementara Irak menjadi negara yang paling banyak terdampak serangan teroris.

Laporan yang dikeluarkan Institut Ekonomi dan Perdamaian (IEP) itu juga menyebutkan sekitar 18.000 orang tewas, karena serangan teroris pada tahun 2013. “Tak hanya intensitas teroris yang meningkat, tapi luasan serangan juga meningkat,” tulis laporan itu.

Steve Killelea, Kepala IEP mengatakan peningkatan kematian karena teroris paling terakhir banyak terjadi pada perang di Suriah, yang dimulai tahun 2011. “Ketidakstabilan di Suriah, yang kemudian berimbas ke Irak, yang kami rasa membuat tingkat dampak dari terorisme meningkat,” kata Killelea.

Dalam laporan itu juga diinvestigasi tren teroris antara tahun 2000-2013, yang menggunakan data dari Database Teroris Global milik Amerika Serikat (AS). Didalamnya juga dibuat rangking dampak dari aktivitas teroris, berdasar data serangan teroris, kematian dan korban luka, serta kerusakan materil.

Lima negara termasuk Irak, Afghanistan, Pakistan, Nigeria dan Suriah terhitung memiliki nilai 80 persen kematian penduduknya terjadi karena teroris. Sejauh ini sudah ada 6.000 orang tewas di Irak karena perang.

Sementara India , Philipina, Yaman dan Thailand menjadi lima negara lain, yang tingkat dampak karena teroris meningkat 1-2,3 persen dari tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengatakan negara-negara tersebut hanya terdampak 5 persen kematian dari terorisme pada tahun 2000, namun mereka menjadi sengsara karena rusaknya sistem pemerintahan. Serangan terpisah itu termasuk tragedy 11 September 2013 yang menyerang AS, ledan bom di Madrid tahun 2004, bom di London tahun 2005, dan serangan bom serta tembak menembak yang terjadi di Norwegia tahun 2012. Sementara negara Turki dan Meksiko merupakan anggota OECD yang terdampak paling besar dari serangan teroris, dimana sekitar 57 dan 40 orang tewas karenanya.

Dalam laporan itu juga disebutkan penyebab terbesar dari adanya terorisme adalah adanya kesenjangan besar antara kelompok etnis, agama dan bahasa. Di faktor lain peran pemerintah negara dalam mengurangi jumlah kekerasan seperti pembunuhan dan perampasan hak asasi manusia juga tidak signifikan.

Namun menurut Killelea, peran negara-negara Islam dalam terorisme tak dapat disamakan semua. “Masih banyak contoh negara Islam yang damai dan sejahtera seperti Qatar , Uni emirat Arab dan Kuwait ,” lanjut Killelea.

Diperkirakan juga serangan teroris akan meningkat pada beberapa tahun mendatang. Sekitar 50 persen serangan teroris menciptakan kematian, sekitar 40 orang tewas karena serangan teroris. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s