Perubahan Iklim Picu Jumlah Petir Meningkat

BERKELEY – Perubahan iklim secara signifikan akan meningkatkan frekuensi petir. Demikian diungkapkan salah satu penelitian terbaru yang dipublikasi Jurnal Science, Jumat (14/11).

“Rata-rata terjadi dua kali petir per hari pada tahun 2000, akan meningkat menjadi tiga kali pada tahun 2100,” ungkap David Romps, di Universitas California , Berkeley .

Bertambahnya jumlah petir tersebut, dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah kebakaran hutan, selain juga perubahan kimia di atmosfir bumi.

Tim peneliti tersebut telah mengembangkan metode baru yang mempelajari hubungan antara temperatur dan petir. Mereka mengestimasi energi panas yang mungkin menjadi sumber tenaga awan penyebab petir.

“Saat bumi bertambah panas, akan makin banyak sumber tenaga petir tercipta. Jadi bisa memicu badai petir, juga akan makin bertambah kuat,” tambah Romps.

Romps dan koleganya mengkalkulasi penambahan 1 derajat celcius temperatur bumi, maka akan memicu makin besarnya pertumbuhan petir sebesar 12 persen.

Mereka juga memvalidasi kalkulasi tersebut dengan data tahunan yang didapatkan dari Jaringan Deteksi Petir Nasional Amerika Serikat (AS). Dimana jaringan tersebut akan mendeteksi getaran elektromagnetik tiap kali petir terlihat di AS.

“Hasilnya sangat mengagumkan,” kata Romps. “Posisi dan wakti tiap petir terlihat sangat akurat terekam,” tambahnya.

Petir dipercaya menjadi pemicu setengah dari total keseluruhan kasus kejadian kebakaran hutan di AS. Tiap kali petir terjadi juga akan menambah unsur gas penyebab fenomena rumah kaca terjadi, yaitu nitrogen oksida.

“Petir adalah sumber dominant dari nitrogen oksida yang berada di tengah dan atas lapisan troposfer bumi,” kata Romps lagi.

Hanya dengan mengontrol jumlah anasir kimia tersebut, maka akan mengurangi efek rumah kaca, yang menjadi penyebab pemanasan global dan perubahan iklim.

Ramps menambahkan fenomena makin tingginya jumlah petir ini dapat dikatakan sebagai peringatan terhadap dampak bila bumi terus makin panas.

Dilain pihak, peneliti dari Met Office Inggris mengatakan sangat penting untuk memahami tren pertumbuhan kilat dimasa depan. Namun mereka menggarisbawahi prosedur penelitian yang dibutuhkan untuk membuat data penelitian menjadi valid.

Met Office juga menambahkan data kejadian petir didaerah lain, akan sangat terbatas. Apalagi ditemukan fakta akan terjadi pola hujan tak menentu dibanyak daerah.

Apabila bumi tidak terus memanas hingga tak mencapai peningkatan 4 derajat celcius pada abad 21 ini, maka bisa diperkirakan jumlah petir akan mencapai jumlah yang tak perlu dikhawatirkan. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s