Kapten Kapal Sewol Dihukum 36 Tahun Penjara

GWANGJU – Kapten kapal Sewol yang tenggelam di selatan Korea akhirnya divonis hukuman 36 tahun penjara, Selasa (11/11). Uniknya, Lee Joon-seok tidak dihukum karena melakukan pembunuhan, namun hanya dianggap lalai dalam menjalankan tugas.

Lee dituntut karena dianggap meninggalkan kapal saat akan tenggelam. Menyebabkan 300 penumpang tewas tenggelam, yang kebanyakan siswa sekolah di Korea Selatan. Lee kemudian diajukan ke pengadilan bersama dengan 15 kru kapal lain. Jaksa penuntut umum mengajukan hukuman mati untuk Lee, karena dianggap melakukan pembunuhan. Namun hakim memutuskan vonis berbeda, dan menjatuhkan hukuman penjara selama 36 tahun. Menurut hakim bukan hanya Lee seorang yang seharusnya menanggung semua kesalahan. Lagipula menurut hakim kelalaian yang dilakukan Lee, sebenarnya bukan maksud hati untuk membunuh orang lain.

Lee yang sudah berumur menjelang 60 tahun, menyatakan menerima keputusan hakim. Ia mengatakan akan menghabiskan sisa waktu hidupnya dipenjara. Di akhir pembacaan keputusan sidang, Lee kembali mengulang permintaan maaf, karena meninggalkan para korban di kapal yang akan tenggelam.

Kepala teknik kapal Sewol pada saat kejadian, Park juga dihukum selama 30 tahun. Selain itu 13 kru lain diberikan hukuman lebih dari 20 tahun penjara, karena tuntutan meninggalkan korban dan melanggar hukum maritim.

Namun ketidakpuasan masih terpancar dari para kerabat korban. Beberapa keluarga korban terlihat berteriak-teriak dan menangis histeris di ruang pengadilan.

“Hukuman itu tak adil. Lalu bagaimana dengan hidup anak kami? Mereka seharusnya mendapatkan yang lebih baik daripada kematian,” kata seorang wanita, kepada kantor berita AFP.

Bencana tenggelamnya kapal Sewol memancing kesedihan bagi warga Korea Selatan. Terutama lantaran kecerobohan pada kelebihan muatan, dan penggunaan sumber daya manusia yang tak layak.

Terakhir upaya pencarian bagi korban Sewol akhirnya dihentikan. Padahal masih ada sembilan korban yang belum ditemukan. Total 295 jasad telah ditemukan dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Kapal Sewol tenggelam pada tanggal 16 April 2014. Kasus tersebut menimbulkan polemic bagi banyak pihak. Termasuk lambatnya regu penyelamat datang ke lokasi kejadian. Selain itu regu penyelamat dianggap tak total dalam melakukan aksinya.

Penyebab kecelakaan masih diperkirakan karena gerakan maneuver kapal yang tiba-tiba. Diperkirakan karena maneuver tersebut, container yang berada ditengah badan kapal jatuh, dan menyebabkan keseimbangan kapal menjadi hilang.

Sayangnya dikondisi darurat tersebut, kapten kapal Sewol, Lee justru yang paling dahulu diselamatkan. Sementara ratusan penumpang dibiarkan berada didalam ruang-ruang kapal, karena menuruti perintah kapten kapal.

Hanya 70 orang yang selamat dari tragedi tersebut. Sementara Lee dalam persidangan terakhir, mengakui telah melakukan kejahatan dan pantas dihukum mati. Namun ia menolak telah membahayakan nyawa penumpang dan meminta tak dianggap sebagai pembunuh. (BBC/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s