Ebola Menyebar ke Mali

BAMAKO – Korban keganasan penyakit menular ebola kembali terjadi di Mali. Selasa (11/11) seorang perawat tewas, dan menjadi orang kedua di Mali yang terjangkit ebola.

Menurut keterangan petugas kesehatan setempat, perawat tersebut mulanya merawat seorang pasien lelaki yang datang dari Guinea . Pasien itu dirawat di Klinik Pasteur di Bamako, kini klinik tersebut telah dikarantina petugas.

Kasus kedua ini tak terkait dengan yang pertama. Kasus pertama ebola di Mali menimpa seorang anak perempuan berumur dua tahun. Kemudian anak tersebut juga tewas karena ebola pada akhir Oktober 2014.

Sudah sekitar 5.000 orang terbunuh di Afrika Barat karena ebola. Kebanyakan korban ada di Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Karena jumlah penderita terlalu banyak, maka Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan situasi darurat untuk kesehatan global dunia.

Kasus baru di Mali tersebut datang sehari setelah WHO mengumumkan pelepasan 25 orang dari karantina ebola. Sebelumya ada 100 orang yang dikarantina karena khawatir terinfeksi virus ebola, yang berawal dari anak perempuan tersebut. Kasus menjadi makin rumit, karena anak tersebut diketahui saat sakit ternyata berkeliling kota Mali . Termasuk di ibukota Bamako , sebelum akhirnya kembali ke Guinea .

Ebola pertama kali diidentifikasi di Guinea pada bulan Maret, sebelum akhirnya menyebar ke negara tetangganya, Liberia dan Sierra Leone . WHO mengatakan sekarang sudah lebih 13.240 orang terkonfirmasi, tersangka dan terkait kasus ebola. Kebanyakan korban berasal dari tiga negara tersebut.

Kasus penyebaran ebola dalam skala kecil juga kemudian mencapai beberapa negara lain, seperti Nigeria , Senegal , Spanyol, Amerika Serikat (AS), dan sekarang Mali .

Secara terpisah, negara Maroko akhirnya batal menjadi tuan rumah Piala Afrika 2015, karena dikhawatirkan penyakit ebola akan menyebar di negara tersebut.

Otoritas kesehatan Mali kini meluncurkan respon darurat yang terkait dengan WHO, saat kasus pertama ebola yang menimpa anak perempuan itu terjadi. Kini kedua orang tua anak perempuan tersebut telah dibebaskan dari karantina.

Markatie Daou, juru bicara Departemen Kesehatan Mali mengatakan sekitar 50 orang masih dalam pengawasan saat ini di daerah Kayes, barat Mali . Mereka akan dibebaskan dari karantina apabila hingga minggu depan tidak menunjukan gejala tertular ebola.

Sejauh ini, Sierra Leone menjadi negara paling cepat penyebaran ebola. Tercatat dalam tiga hari terakhir, ada 300 orang baru terinfeksi ebola.

Sementara itu di Liberia , Presiden Ellen Johnson Sirleaf mengatakan akan menghukum empat tentara dan komandannya, yang menyebabkan kematian seorang bocah karena melakukan protes tidak setuju adanya karantina di Monrovia . Anak tersebut diketahui tewas tertembak dan beberapa demonstran lain terluka pada insiden yang terjadi pada Agustus 2014. (BBC/Bangkok Post/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s