25 Tahun Runtuhnya Tembok Berlin

25 tahun tembok berlin_al jazeeraDua puluh lima tahun lalu, sebuah tembok masih berdiri kukuh di Berlin, Jerman. Tembok tersebut memisahkan antara Jerman Barat dan Timur. Memisahkan dua ideologi berbeda, paska perang dunia kedua berakhir.

Jerman Timur memutuskan memilih ideologi komunis sebagai poros dan bergabung dengan kelompok negara blok timur. Sementara Jerman Barat memilih blok barat dengan ideologi kapitalis, yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Saat itu dimulai era perang dingin, antara kedua blok negara tersebut.

Era perang dingin terus berkecamuk hingga akhirnya Uni Soviet, pemimpin blok timur kala itu menyatakan bangkrut. Kehancuran blok timur ditandai juga dengan bersatunya Jerman, melalui diruntuhkannya tembok Berlin pada tahun 1989. Berarti tembok tersebut hanya berusia 88 tahun, sejak pertama kali dibangun pada tahun 1961.

Senin (10/11) peringatan runtuhnya tembok Berlin kembali diperingati. Ribuan orang berdesakan di Bradenburg Gate, bagian dari tembok Berlin yang kini masih berdiri. Salah satu dari ribuan orang tersebut merupakan Kanselir Jerman saat ini, Angela Merkel.

Merkel bersama orang-orang berniat melepaskan sekitar 8.000 balon helium, pada peringatan kali ini. Balon berwarna putih itu sengaja dipilih berdiameter 3,6 meter, yang disesuaikan dengan tinggi tembok Berlin pada saat berdiri dahulu. Balon-balon itu juga dijejer sepanjang 15 kilometer (km), sesuai dengan panjang tembok Berlin yan gpernah ada. Kemudian bersamaan saat Orkestra memainkan lagi karangan Beethoven, berjudul “Ode to Joy”, balon-balon tersebut dilepaskan ke angkasa.

“Kami orang-orang yang paling berbahagia di dunia dan kami masih mengenang semua orang yang membantu meruntuhkan tembok ini 25 tahun lalu,” kata Klaus Wowereit, Walikota Berlin saat melepaskan balon pertama ke udara.

“Tak ada orang yang tak memperjuangkan kebebasan,” tambah Klaus.

Satu persatu balon kemudian dilepaskan, menandakan telah perginya pembatas kebebasan. Berbagai instrument musik terus dimainkan, menemani pelepasan balon-balon tersebut.

Merkel, yang dibesarkan di Jerman Timur dan para pejabat lain kemudian menaruh bunga mawar dibagian tembok yang masih berdiri. Dalam sambutannya Merkel mengingatkan kalau sangat mudah melupakan apa yang pernah terjadi, namun lebih penting adalah terus mengingatnya kembali.

“Kita bisa merubah sesuatu untuk kebaikan,” kata Merkel. “Ini adalah sebuah pesan untuk Ukraina, Irak dan tempat-tempat lain dimana hak asasi manusia terancam dihancurkan,” tambahnya.

“Runtuhnya tembok Berlin menunjukan kita bahwa mimpi bisa menjadi kenyataan. Tak ada yang memaksa kita untuk meninggalkannya,” ujar Merkel lagi.

Kemudian Merkel juga menjelaskan apa yang dilakukannya, saat kejadian tembok tersebut diruntuhkan pada 25 tahun lalu.

Merkel mengatakan kepada German TV, kalau ia memilih mengikuti aksi orang-orang menghancurkan tembok tersebut, kemudian mencari sauna dan mandi air hangat. Menurutnya semua yang dilakukan tersebut meninggalkan perasaan gembira yang tak bisa dirangkai kata-kata.

Kemudian bergabugn juga berbagai pemimpin negara Eropa, yang waktu tembok Berlin runtuh masih menjabat sebagai presiden. Hadir juga Lech Walesa, mantan pemimpin dari Polandia. Selain itu Michael Gorbachev, pemimpin terakhir Uni Soviet juga menghadiri upacara peringatan tersebut.

“Dimana ada tembok penghalang, maka akan menutup hati kita juga. Kita membutuhkan jembatan bukan tembok penghalang,” kata Gorbachev dalam sambutannya.

Gorbachev juga mengingatkan akan kemungkinan adanya perang dingin baru di dunia. Mengingat sepak terjang politik dan aksi terorisme yang terus menggejala.

Ia juga mengingatkan akan tingginya tensi politik antara Eropa dan Rusia, pada kasus di Ukraina yang dulunya merupakan bagian dari Uni Soviet.

“Pertumpahan darah di Eropa dan Timur Tengah menjadi penghalang dialog antara pemilik kekuatan untuk memperbaiki keadaan,” tambah Gorbachev.

“Dunia menghadapi era perang dingin baru. Bahkan beberapa menyatakan perang dingin baru itu sudah dimulai,” kata Gorbachev lagi.

Kini tembok Berlin hanya tersisa sepanjang 3 km saja. Sisa tembok tersebut menjadi saksi bisu atas tewasnya 138 orang yang mencoba untuk melewatinya. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s