Pengembangan Energi Terbarukan Australia Turun 70 Persen

renewable energy australiaInvestasi Australia untuk pengembangan energi terbarukan turun hingga 70 persen. Kini Australia bukan lagi menjadi pemimpin dalam proyek energi terbarukan, demikian diungkapkan laporan terbaru yang dikeluarkan salah satu badan dunia mengenai perubahan iklim, The Climate Council, Senin (10/11/2014).

Menurut laporan tersebut, banyak investor yang berpaling karena pemerintah Australia dianggap tak memiliki kebijakan mengenai energi terbarukan yang jelas. Masalah itu yang membuat nilai bisnis proyek energi terbarukan disana menjadi sirna.

“Sebagai kompensasi, Australia harus menaikan program pengurangan emisi gas rumah kaca mereka lebih dari 40 persen, pada tahun 2025 mendatang,” papar Tim Flannery, penulis utama dalam laporan bertajuk Australia dan Respon Global menghadapi Perubahan Iklim tersebut.

Tim menambahkan kalau saja Australia tidak seperti saat ini, maka mereka bisa menjadi pemimpin dalam energi terbarukan dimasa mendatang. Kini kesempatan tersebut hilang, hanya karena kebijakan yang tak kunjung jelas disana.

Menurut Tim, kini banyak negara didunia telah mengakselerasi aksi mereka menghadapi perubahan iklim hingga lima tahun mendatang. Itu disebabkan makin tingginya konsekuensi yang harus dihadapi bila perubahan iklim terus terjadi.

Dalam laporan itu juga dijelaskan kalau Tiongkok telah mengakhiri proyek pembangkit listrik tenaga batubara miliknya, selama tahun 2006 sampai 2010. Proyek yang diakhiri bisa menghasilkan listrik sebesar 77 GigaWatt (GW). Menurut rencana sebuah proyek yang menghasilkan listrik sebesar 20 GW juga akan dihentikan, pada tahun mendatang.

Sementara pemerintah Amerika Serikat (AS), secara cepat telah mencoba mengeksploitasi kemungkinan penggunaan energi terbarukan. Mereka mengeluarkan kebijakan insentif dan inisiatif untuk para investor mengujicoba kemungkinan tersebut.

Laporan lain yang dikeluarkan Climate Institute menyarankan agar pemerintah Australia mengumumkan independensi dan transparansi dalam penyesuaian pelepasan gas rumah kaca yang mereka hasilkan hingga tahun 2020 mendatang.

Erwin Jackson, Dirketur Eksekutif Climate Institute mengatakan terlalu banyak debat politik yang dilakukan pemerintah Australia. Debat tersebut pada kenyataannya mengalihkan pandangan ilmu pengetahuan, investasi dan realitas internasional.

Menurut Perdana Menteri (PM) Australia , Tony Abbot, pemerintah yang dipimpinnya saat ini sedang dalam tekanan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca negara tersebut. Banyak yang berharap Australia bisa menurunkan lebih dari 40 persen emisi mereka, pada tahun 2030 mendatang.

Abbot mengatakan akan mendiskusikan masalah tersebut setelah tahun 2020, setelah target pengurangan emisi mereka tahun depan selesai dilakukan. Keputusan itu kemudian dianggap akan menjadikan Australia mengalami tekanan hebat pada pertemuan G20 yang akan digelar di Brisbane mendatang. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s