Korut Kembali Bebaskan Dua Warga AS

Dua warga negara Amerika Serikat (AS) yang dihukum di Korea Utara (Korut), Minggu (9/11) akhirnya dibebaskan. Keputusan tersebut menyusul vonis sebelumnya, yang membebaskan satu orang warga AS, karena menjadi terhukum setelah meninggalkan injil di toilet umum.

James Clapper, Direktur Intelejen Nasional AS mengatakan kedua orang yang dibebaskan tersebut adalah Matthew Todd Miller dan Kenneth Bae. Pesawat yang membawa mereka, telah mendarat di bandara militer dekat Tacoma di Washington, sabtu malam.

“Pengalaman menjadi tahanan di Korut selama dua tahun benar-benar luar biasa. Saya belajar banyak hal, tumbuh besar, dan juga banyak kehilangan berat badan,” kata Bae.

Saat ditanyakan mengenai kesehatannya, Bae mengatakan dalam kondisi sehat-sehat saja. “Sekarang saya dalam masa pemulihan,” tambahnya.

Sebelumnya Bae diketahui mengalami banyak komplikasi penyakit, mulai dari diabetes, pelebaran otot jantung, masalah lever dan sakit punggung.

Sementara itu, Miller dan keluarga tak banyak memberikan komentar.

Miller (24) divonis selama lima tahun kerja paksa, pada bulan September 2014. Korut menjelaskan keputusan hukuman tersebut karena perbuatan bermusuhan yang dilakukan.

Miller telah ditangkap sejak 10 April 2014, setelah ia menghancurkan visa turis miliknya dan meminta suaka.

Sementara Bae (42) ditangkap pada November 2012. Setelah ia mendatangi pelabuhan di bagian timur laut kota Rason. Bae menjelaskan dirinya sebagai operator tur wisata dan misionaris gereja. Namun pihak Korut mengatakan Bae menggunakan usaha wisata untuk membangun jaringan melawan pemerintah. Bae kemudian divonis hukuman 15 tahun kerja paksa, pada Mei 2013.

Menurut Presiden AS, Barack Obama keputusan yang dibuat pihak Korut dengan membebaskan dua orang warga AS tersebut membuat hari menjadi lebih indah. Ia juga mengucapkan selamat kepada Clapper, karena telah mau melakukan perjalanan panjang ke Korut dan berhasil menegoisasikan pembebasan dua warga AS tersebut.

Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon juga menyatakan nilai positif terhadap pembebasan dua warga AS tersebut. Ia berharap keputusan itu bisa menjadi momentum positif untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara terkait.

Sebulan sebelumnya, satu orang warga AS juga dibebaskan dari hukuman di Korut. Jeffrey Fowley dibebaskan setelah AS menyatakan aksi hukuman yang dikeluarkan Korut merupakan permainan diplomatik belaka.

Fowley ditangkap pada awal Juni 2014, karena meninggalkan Korut dengan tindakan kejahatan melawan negara. Perbuatannya menginggalkan injil dalam toilet umum di pelabuhan bagian utara Chongjin, dianggap melanggar peraturan yang berlaku di Korut. Dengan dibebaskannya ketiga orang tersebut, berarti sekarang tak ada satupun warga AS yang menjadi tahanan di Korut. (BBC/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s