Republik Ambil Alih Parlemen AS

Setelah melalui rangkaian proses pemilihan yang kompleks, akhirnya kubu Republik mampu menguasai parlemen Amerika Serikat (AS), Rabu (5/11/2014). Kubu Republik meraih 52 kursi senat, sementara kubu Demokrat mendapatkan sisanya.

Awalnya kubu Republik hanya memiliki 45 suara. Namun kondisi berubah setelah pemilih dari Iowa, Colorado, North Carolina, Arkansas, South Dakota dan West Virginia memutuskan memilih kubu Republik.

Kemenangan tersebut memberikan kesempatan kepada kubu Republik untuk mengontrol parlemen. Keluaran yang diharapkan dari koalisi tersebut merupakan dorongan kepada Presiden AS , Barack Obama agar bisa menyelesaikan tugas hingga dua tahun masa terakhirnya memimpin.

Kathy Goodman, salah satu pemilih dari negara bagian Maryland mengatakan masyarakat AS perlu mengirimkan pesan kepada pemerintah, bahwa apa yang sudah dilakukan saat ini tak bisa dikatakan baik.

“Kondisi saat ini tidak seperti negara yang menjadi tempat saya tumbuh selama ini, dan saya merasa tak nyaman dengan segala apa yang terjadi saat ini,” kata Kathy.

Ucapan senada juga diungkapkan Linda Wilson, dari negara bagian yang sama. Ia meminta perubahan dari segala yang dilakukan pemerintah saat ini.

“Waktu sudah berubah. Saya pikir sekarang saatnya untuk darah baru,” kata Linda.

John Fortier, Direktur Proyek Demokrasi dari Pusat Kebijakan Bipartisan mengatakan tidak mengaharapkan adanya perubahan dasar, setelah kubu Republik mengambil alih paarlemen.

“Saya pikir semuanya tak bisa tiba-tiba berubah,” kata Fortier.

Sementara itu, Allan Lichtman, pakar sejarah dari Universitas Amerika menyayangkan tingginya biaya penyelenggaraan pemilihan anggota senat kali ini. Tercatat biaya mencapai US$ 4 miliar. Data tersebut dikeluarkan Pusat Responsif Politik, sebuah grup partisan yang berkonsentrasi pada uang di dunia politik.

Presiden AS , Barack Obama usai kelar pemilihan mengatakan merasa ingin secepatnya bekerja dengan anggota kongres yang baru. Ia berharap kerja tersebut bisa lebih produktif sebaik mungkin.

“Saya yakin akan segera ditemukan cara untuk bekerjasama,” kata Obama. “Ini saat yang tepat mengurus bisnis bersama,” tambahnya.

Obama berharap segera dilakukan perjanjian kesepakatan, untuk beberapa isu perdagangan dan reformasi pajak. (Xinhua/BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s