Ukrainia Tambah Tentara di Perbatasan

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko memerintahkan angkatan bersenjata untuk mengkonsentrasikan penjagaan pada daerah kunci di utara dan timur kota-kota, yang menjadi basis kelompok pemberontak anti pemerintah dan berbatasan dengan Rusia. Daerah seperti Mariupol, Berdyansk, Kharkiv dan utara region Luhansk akan menjadi sasaran penjagaan, mulai Selasa (4/11/2014).

Petro berbicara kalau ia tetap berkomitmen pada proses perdamaian yang kini sedang dilakukan. Namun ia juga mengatakan menginginkan adanya pembatalan pada beberapa rencana kunci kesepakatan damai tersebut.

Ukraina masih menuduh Rusia mempersenjatai kelompok pemberontak. Petro juga mengatakan kalau Rusia bahkan mengirimkan tentara melewati perbatasan.

Pada hari yang sama, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Federica Mogherini mengatakan kalau tindakan yang dilakukan Rusia saat ini, justru membuat hubungan kedua negara menjadi makin serius berbahaya, dan membuat tak mengindahkan adanya dialog dan perdamaian.

“Yang saya lihat saat ini, kita telah menutup pintu dialog internal dan dialog untuk Rusia,” kata Federica.

Sementara itu, Kepala Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg menyampaikan pasukan Rusia terus makin mendekati perbatasan dengan Ukraina. Dalam laporan tersebut juga dikabarkan gerakan pasukan Rusia termasuk tentara dan truk, yang masuk ke daerah kelompok pemberontak di timur Ukraina.

Alexander Zakharchenko, Presiden daerah Donetsk yang dipilih oleh kelompok pemberontak mengatakan tetap bersiap untuk pembicaraan damai, dengan siapapun termasuk dengan Petro Poroshenko.

“Tapi Ukraina harus mengerti kalau Republik Rakyat Donetsk sudah bukan bagian negara mereka lagi,” kata Zakharchenko.

Kanselir Jerman, Angela Merkel kembali memberatkan pada masalah kontribusi Rusia pada kelompok pemberontak di Ukraina. Sehingga Merkel merasa tidak perlu mencabut sanksi yang diberikan UE kepada Rusia sampai saat ini.

“Rusia belum menjalankan apa yang kami tuntut dalam sanksi tersebut,” kata Merkel.

Namun menurut Merkel, pihak Jerman akan tetap mencari upaya solusi diplomatis terhadap masalah ini, dan Rusia tetap diwajibkan untuk mencabut dukungan kepada kaum pemberontak di Ukraina.

Kelompok separatis di Ukraina tumbuh setelah Rusia menganeksasi Krimea di bagian utara Ukraina. Untuk menstabilkan upaya aneksasi tersebut, Rusia diklaim membantu kelompok pemberontak Ukraina. Tindakan tersebut dikecam UE, dan membuat UE menjatuhkan sanksi ekonomi ke Rusia. Sanksi tersebut dibalas oleh pihak Rusia dengan melarang impor makanan dari pihak UE, dunia barat dan Amerika Serikat. (Xinhua/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s