Krisis Ukraina Tewaskan Anak-Anak

Dua anak tewas dalam serangan artileri yang terjadi dekat sekolah mereka, di region Donetsk . Perang di Ukraina terus berkecamuk hingga, Rabu (5/11/2014). Wilayah perbatasan Ukraina dan Rusia menjadi area perang baru, dan merusak perjanjian perdamaian yang pernah tercipta.

Selain itu empat anak lain terluka berat, saat sebuah bom meledak ditengah anak-anak tersebut sedang bermain bola di halaman sekolah. Menurut Rimma Fil, sukarelawan kemanusiaan setempat kejadian jatuhnya bom disekolah itu saat anak-anak sedang bermain bola.

Lokasi sekolah yang dekat dengan bandara Donetsk memang menjadi arena pertempuran sengit saat ini. Satu pihak merupakan pemerintah Ukraina, pihak lain kelompok pemberontak yang memihak Rusia.

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko mengatakan pihak pemberontak telah merusak perjanjian damai. Selain itu menuduh Rusia berada dibelakang para pemberontak tersebut.

Pernyataan tersebut dibalas dengan keras, oleh pemimpin pemberontak, Alexander Zakharchenko. Menurutnya pernyataan Petro harus diperjelas secara detail, bagian mana dari perjanjian damai yang telah dirusak, dan siapa yang memulai pengrusakan tersebut.

Menurut Sekretaris Jendral Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg, tentara Rusia telah melakukan pergerakan besar menuju garis batas antarai Ukraina dan Rusia. Rusia juga diklaim terus melakukan pelatihan militer bagi para pemberontak Ukraina. Sebelumnya juga ada laporan mengenai pergerakan tentara Rusia yang memasuki wilayah pemberontak di Ukraina.

Pembicaraan untuk merubah situasi, kini terus dilakukan berbagai pihak bagi kedua negara yang bertikai. Pihak Uni Eropa (UE) mengatakan harapan yang besar, agar perdamaian secepatnya bisa terjadi diwilayah tersebut.

Sebelumnya Kanselir Jerman, Angela Merkel kembali memberatkan pada masalah kontribusi Rusia pada kelompok pemberontak di Ukraina. Sehingga Merkel merasa tidak perlu mencabut sanksi yang diberikan UE kepada Rusia sampai saat ini.

“Rusia belum menjalankan apa yang kami tuntut dalam sanksi tersebut,” kata Merkel.

Namun menurut Merkel, pihak Jerman akan tetap mencari upaya solusi diplomatis terhadap masalah ini, dan Rusia tetap diwajibkan untuk mencabut dukungan kepada kaum pemberontak di Ukraina.

Kelompok separatis di Ukraina tumbuh setelah Rusia menganeksasi Krimea di bagian utara Ukraina. Untuk menstabilkan upaya aneksasi tersebut, Rusia diklaim membantu kelompok pemberontak Ukraina. Tindakan tersebut dikecam UE, dan membuat UE menjatuhkan sanksi ekonomi ke Rusia. Sanksi tersebut dibalas oleh pihak Rusia dengan melarang impor makanan dari pihak UE, dunia barat dan Amerika Serikat. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s