Pemilih Luar Rumania Marah

Ratusan pemilih Rumania di luar negeri marah, karena merasa dipersulit untuk memilih pemimpin baru mereka. Lokasi pemilihan di Paris dan London, Senin (3/11/2014) menjadi sasaran kemarahan tersebut.

Menurut petugas setempat, para pemilih marah setelah harus antri selama berjam-jam. Kemudian saat panitia mengumumkan agar para pemilih mengganti lokasi pemilihan, para warga negara Rumania yang berada diluar negeri spontan mengajukan protes.

“Selain tak bisa memilih di London dan Paris , lokasi pemilihan di Munich dan Vienna juga menjadi sasaran kemarahan,” kata petugas pemilihan kepada BBC.

Senin ini, salah satu kandidat pemimpin Rumania, Victor Ponta meminta kepada panitia pemilihan di London dan Paris agar membuat sistem pemilihan elektronik, yang disetting melalui pemerintah pusat di Bukares. Nantinya para warga negara Rumania di luar negeri bisa memilih, melalui jaringan internet khusus.

Sejauh ini, Ponta memimpin perolehan suara dengan metode hitung cepat, dengan meraih 40,1 persen. Sementara kandidat kuat lain, Klaus Iohannis menduduki peringkat kedua dengan 30,1 persen suara. Selain itu 12 kandidat calon presiden lain masing-masing rata-rata memiliki 6 persen suara pemilih Rumania .

Pemilihan pemimpin Rumania kembali dilakukan akhir minggu lalu. Mereka akan menggantikan pemimpin lama, Traian Basescu yang telah memimpin selama dua periode atau 10 tahun. Menurut aturan yang baru, seorang pemimpin di Rumania hanya boleh dua kali periode menduduki jabatan presiden.

Ponta (42) mengatakan bila ia memenangkan pemilihan kali ini, maka ia akan menjamin stabilitas dan perbaikan kehidupan warga negara. Selain itu ia juga akan menghapus kebingungan sistem pemimpin, dengan menghapus adanya perdana menteri dalam sistem pemerintahan, dan hanya akan presiden sebagai pemimpin tunggal Rumania .

Sementara Iohannis (55), yang juga merupakan Gubernur Sibiu mengatakan hanya pemimpin yang tepat akan menjadi presiden. Ia menjanjikan keadilan sistem pengadilan dan menjamin penegakan hukum.

Iohannis banyak mendapat dukungan dari kaum keturunan Jerman, yang bermukim di Rumania . Untuk mengantisipasi serangan dari Iohannis, Ponta kemudian mencoba merebut dukungan dari para kaum keturunan lain yang ada di Rumania . Salah satunya melalui dukungan para pemeluk agama Kristen Ortodoks. Ponta mengatakan sebagai warga negara ia merasa bersalah karena harus membelah kepercayaan dengan bagian golongan etnis dan minoritas agama.

Kampanye putaran berikutnya pemilihan umum, akan dilakukan hingga 16 November mendatang. Pada saat itu dua kandidat terkuat, Ponta dan Iohannis akan melakukan pemilihan umum lagi, dan menentukan suara terbesar pemilih dari rakyat. (AP/BBC/ant/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s