Mimpi Wisata Angkasa yang Tertunda

31-virgin-galactic-crash.w529.h352.2xMusibah yang menimpa pesawat antariksa Virgin Galactic, menimbulkan kontroversi kelanjutan program wisata angkasa tersebut. Namun pemilik perusahaan, Sir Richard Branson mengatakan program itu akan terus berjalan, dan akan memastikan penjualan setelah ia dan keluarga mencobanya secara langsung.

Melihat bumi melalui antariksa merupakan impian banyak orang. Banyak orang kemudian mencoba meraihnya. Termasuk dengan mengikuti program wisata ke antariksa.

Banyak operator yang kemudian mencoba menyediakan tur wisata ke antariksa tersebut. Termasuk Badan Antariksa Rusia, yang pertama kali berhasil mengirimkan wisatawan kosmonot ke garis batas antariksa bumi, beberapa tahun silam.

Pengembangan wisata itu kemudian dilirik juga oleh berbagai miliuner dunia. Salah satunya Sir Richard Branson, yang mengembangkan jenis pesawat antariksa dibawah bendera Virgin Atlantic.

Dengan basis pengetahuan yang ditunjang oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), percobaan penggunaan pesawat SpaceShip2 (SS2) dilakukan dengan pangkalan di gurun Mojave.

Jenis pesawat SS2 mirip dengan yang dimiliki NASA, seperti Columbia dan lainnya. Namun mereka tidak menggunakan mesin roket pendorong seperti sebelumnya. Dua pesawat ultra light yang digabung satu, menjadi pembawa pesawat SS2 menuju ketinggian 15 kilometer (km) di udara.

Kemudian SS2 akan dilepas untuk pergi sendiri menuju ke garis orbit bumi, yang berada di ketinggian 110 km. Menurut keterangan pesawat tersebut hanya membutuhkan waktu 90 detik, untuk mencapai kecepatan 4.000 kilometer per jam (km/jam).

Setelah menikmati pemandangan di antariksa, pesawat kemudian akan meluncur turun kembali ke bumi. Luncuran akan diperlambat dengan teknologi sayap pesawat yang bisa bergerak sesuai keinginan. Dengan formasi tertentu sayap akan membentuk seperti payung terjun yang akan membuat kapal lebih lambat, sebelum sampai permukaan bumi. Pesawat kemudian dengan tanpa dorongan tenaga, akan kembali seperti semula dan mendarat kembali di pangkalan Mojave, dengan standar serupa pendaratan pesawat komersil.

Namun, akhir pekan lalu kecelakaan menimpa pesawat saat akan mendaki menuju orbit bumi. Percobaan penerbangan tersebut merupakan yang kesekian kalinya, setelah mengalami kesuksesan. Kali ini pilot yang bertanggung jawab adalah Peter Siebold (43), dan ko-pilot bernama Michael Asbury (39).

Masalah timbul saat pesawat naik menuju orbit bumi, ke antariksa. Menurut beberapa keterangan sistem pengunci untuk teknologi sayap kapal mulanya telah dikunci. Namun tiba-tiba motor penggerak sayap bekerja secara otomatik.

“Setelah terbuka kuncinya, kapal tiba-tiba berubah posisi dan dua detik berikutnya kami melihat puing pesawat beterbangan di angkasa,” urai Christoper Hart, Ketua pelaksana Badan Keamanan Transportasi Nasional Amerika Serikat.

“Secara normal, prosedur peluncuran pesawat telah sesuai, akselerasi pesawat pembawa juga sesuai. Tapi masalah utama pada sayap pesawat yang membuat tragedi itu terjadi,” tambah Hart.

SpaceMainHart menekankan kalau kejadian itu benar-benar terjadi karena fakta berbicara seperti itu, bukan hanya sekedar mencari-cari penyebab. Namun menurutnya masih panjang jalan untuk mencari penyebab kecelakaan sebenarnya.

“Kami juga mencari penyebab kecelakaan karena kesalahan pilot. Namun kami masih harus melalui proses berbulan-bulan untuk melakukan investigasi tersebut,” ungkap Hart.

Kontroversi penerbangan wisata ke luar angkasa, yang digagas Virgin Atlantic kemudian menjadi gamang setelah kejadian kecelakaan itu. Padahal pemilik Virgin Atlantic, Sir Richard Branson kadung menawarkan harga US$ 250.000 per orang, bagi siapa saja yang tertarik untuk mengikuti wisata antariksa tersebut.

Dalam wawancara dengan SkyNews, Branson kemudian mengatakan telah membangun pesawat antariksa itu selama satu dekade terakhir. Mulai dari pangkalan, pembuatan pesawat utama dan pendukung, serta fasilitas lain.

“Kami tak akan memulai penjualan wisata ke antariksa sebelum benar-benar dapat dikatakan aman. Masih akan dilakukan beberapa uji penerbangan. Dan sebelum saya dan keluarga mencobanya secara langsung maka tak ada program wisata angkasa luar yang dijual oleh Virgin Atlantic,” urai Branson.

Pada penerbangan SS2 yang dilakukan Jumat (31/10/2014) itu, menurut rencana akan dilakukan tes mengenai kemampuan pesawat memasuki kecepatan supersonic. Sehingga kemungkinan tes uji mesin dan teknologi penerbangan sudah tak diperlukan lagi, karena sukses pada penerbangan sebelumnya.

Pesawat SS2 bila berjalan sesuai rencana, bisa membawa enam penumpang sekali jalan. Pada percobaan 10 tahun sebelumnya, SS1 berhasil mencapai antariksa dan kembali dengan sukses ke bumi. (BBC/Guardian/sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s